Di Depan Partai Demokrat, Said Aqil Bicara Kemiskinan
NU Online · Rabu, 29 September 2010 | 06:52 WIB
“Di negeri ini kemiskinan masih menjadi kenyataan yang mudah dilihat di mana-mana. Program-program kemiskinan belum menyentuh rakyat miskin secara optimal. Oleh karena itu, Nadlatul Ulama ingin berkerja sama dengan siapa saja yang memiliki konsen memberdayakan orang miskin.”
Demikian pernyataan KH. Said Aqil Sirodj di depan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang berkunjung ke PBNU, Selasa (28/9). Said Aqil menerima kunjungan Parta Demokrat bersama, Slamet Effendi Yusuf, Kacung Marijan, Adbul Munim DZ, dan lain-lain.<>
Dari Partai Demokrat hadir Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Sekjennya Edi Baskoro Yudhoyono, Ja’far Hafsyah, Mubarok, Khotibul Umam Wiranu, Nur Hayati Assegaf dan Angelina Sondakh.
Dalam kesempatan itu, Said Aqil juga mengungkapkan bahwa warga Indonesia bukan hanya didera kemiskinan dan kefakiran, tapi juga mustadl’afin.
“Mustadl’afin itu tidak miskin dan tidak fakir, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, atau dbuat tidak berkutik. Baik akses ekonomi, politik, ataupun kebudayaan. warga NU banyak yang demikian,” jelas Said Aqil.(hmz)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua