Tim Merti Nusantara, sebuah perkumpulan masyarakat yang memperjuangkan Sri Sultan Hamengku Buwono X maju dalam Pemilihan Presiden 2009 menyatakan pasangan Sultan baru akan ditetapkan usai Pemilu Legistalif.
Pernyataan disampaikan menyusul lamaran dari Kaukus Muda PKB untuk memasangkan Sultan dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.<>
Koordinator Media Center Merti Nusantara Krisno Wibowo menyatakan, segala kemungkinan pemasangan Sultan dengan tokoh siapa pun dimungkinkan, termasuk dengan Muhaimin Iskandar.
"Tetapi pastinya menunggu hasil pemilu legislatif. Pendekatan dengan tokoh politik lain sebelum Pileg masih sebagai komunikasi politik," ungkap Krisno dihubungi wartawan Rabu (4/3) malam.
Saat ini, kata dia, Sultan masih terus melakukan berbagai penjajakan terhadap tokoh politik. "Setelah pelaksanaan pemilu legislatif, baru akan dilihat siapa pasangan yang tepat untuk Sultan, siapa pun tokoh tersebut," ungkap mantan wartawan Bernas itu.
Krisno mengibaratkan Sultan tengah melakukan penjajakan untuk mencari pasangan yang sesuai yang mampu memenangkan Pilpres sambil menunggu hasil pemilu legislatif sehingga memperoleh gambaran tokoh yang tepat yang akan mendampingi Sultan.
Rabu siang kemarin Kaukus Muda Partai PKB untuk Perubahan menyatakan siap mengusung pasangan Sultan Hamengkubuwono X dan Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Pasangan berjuluk Poros Bumi itu diumumkan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta.
Ketua Kaukus Muda PKB untuk Perubahan, Helmy Faishal Zaini, mengatakan, Poros Bumi dibentuk sebagai jawaban atas desakan sebagian besar kader dan 15 Dewan Pengurus Wilayah PKB se-Indonesia.
Meski sudah dideklarasikan, Hilmy mengakui bahwa pihaknya belum bertemu langsung dengan Sultan. "Selama ini baru sebatas kontak-kontak saja, belum teknis operasional. Untuk skala pertemuan, belum ada,'' terang Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB itu.
Dijelaskan Hilmy, alasan lain dibentuknya Poros Bumi adalah menampilkan capres dan cawapres alternatif. Pasalnya, melihat perkembangan situasi politik terkini, masih saja dipenuhi ‘wajah-wajah’ lama. Di antaranya, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla dan lain-lain.
“Calon-calon presiden yang sekarang bermunculan, tidak menampilkan wajah-wajah baru sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan bangsa di masa depan,” ungkap Hilmy. (nam/rif)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua