Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyatakan kenaikan BPIH 2011 sulit dihindari, karena dipengaruhi kenaikan harga avtur dan sewa pondokan jemaah haji di Mekkah. Hal itu diungkapkan Slamet Riyanto menjawab perntanyaan wartawan soal bakal adanya kenaikan BPIH 2011, di Jakarta, Selasa (29/3).
Soal berapa besar kenaikan BPIH itu sendiri, Dirjen PHU Slamet Riyanto belum dapat mengatakan, karena sangat dipengaruhi oleh harga avtur. "Kondisi Timur Tengah, khususnya krisis Libya saat ini sangat berpengaruh terhadap harga minyak," ujarnya.
/>
Slamet Riyanto berharap, jika terjadi kenaikan BPIH, mudah-mudahan tidak membebani jemaah haji dan dapat ditutupi oleh dana optimalisasi haji.
Soal kenaikan harga sewa pemondokan, kata Slamet Riyanto, akibat kebutuhan lebih banyak dari persediaan. "Ya otomatis naik, Malaysia saja menyewa pondokan berani dengan harga 3.600 riyal," ucapnya.
Ketika ditanya adanya usulan revisi terhadap UU Haji, Slamet Riyanto mengatakan, masih belum melihat urgensinya. "Lha wong baru kemarin UU Haji dilaksanakan, sudah mau direvisi lagi. Lantas kapan kerjanya?" tanyanya.
Dirjen PHU Slamet Riyanto menambahkan, banyak negara memuji penyelenggaraan haji Indonesia dan ingin belajar, permintaan terakhir datang dari Pakistan yang ingin belajar tentang penyelenggaraan haji Indonesia, tapi belum dapat kita penuhi. (ful)
Terpopuler
1
Orang Wajib Zakat Fitrah Tapi Juga Boleh Menerima?
2
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
3
Perang Iran dan Israel-AS Berdampak Global, Ketua Umum PBNU Desak Perdamaian
4
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
5
Standar Ganda Sekutu dalam Perang Israel-AS vs Iran
6
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
Terkini
Lihat Semua