Tips Singkat Mengunjungi Raudhah di Masjid Nabawi bagi Jamaah Haji Indonesia
NU Online · Jumat, 24 April 2026 | 20:00 WIB
Madinah, NU Online
Jamaah haji asal Indonesia kloter pertama telah tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat. Berikutnya, hingga puncak haji nanti, rombongan jamaah haji satu per satu akan tiba di tanah suci.
Baca Juga
Shalat di Raudhah Nabi Muhammad SAW
Raudhah menjadi destinasi penting untuk dikunjungi jamaah haji saat melawat ke Madinah. Sebagaimana diketahui, Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang letaknya ditandai dengan tiang-tiang putih, berada di antara Rumah Nabi (sekarang Makam Rasulullah SAW) sampai mimbar. Tempat yang memiliki luas dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 2 meter tersebut dalah tempat yang mustajab untuk berdoa.
Meskipun demikian, belum banyak di kalangan jamaah haji yang tahu cara mengunjungi Raudhah. Menanggapi supaya tidak terjadi kebingungan di kalangan jamaah haji Indonesia, petugas Pembimbing Ibadah (Bimbad) di Sektor Bir Ali, Madinah, Agus Susanto, memberikan tips supaya para jamaah bisa mengunjungi Raudhah dengan tertib.
"Kami kembali memfasilitasi jamaah Indonesia untuk pendaftaran kolektif untuk (masuk) Raudhah," kata Agus pada Jumat (24/4/2026).
Jadi, konsepnya adalah bimbad yang bertanggung jawab untuk menginput seluruh data agar mendapatkan mendapatkan tasreh (izin masuk) memasuki Raudhah. "Itu adalah sistem kolektif. Jadi akan dikontrol oleh sektor khusus dari Nabawi yang akan masuk rombongan," katanya.
Karenanya, kata Agus, masing-masing kloter yang terdiri dari ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) harus aktif keseluruhan. "Jadi, tidak perlu memegang satu aplikasi atau satu tasreh," kata Agus.
Dalam satu lembar tasreh biasanya terdapat maksimal 50 nama. "Bisa jadi 50, 45, 40 tergantung kuantitas yang tersedia saat itu," katanya.
Agus mengatakan bahwa fasilitasi negara untuk memasuki Raudhah adalah minimal satu kali. Hal ini, lanjutnya, akan diatur oleh sektor masing-masing dan akan disosialisasi oleh bimbad sektor bekerja sama dengan bimbad-bimbad kloter masing-masing untuk penjadwalannya.
"Jadi, jamaah tinggal menunggu saja dan bersabar. Nanti ada jadwal masing-masing, dan insyaallah jadwal ini akan diatur tidak bentrok dengan ziarah Kota Madinah," ujarnya.
"Jadi antara ziarah Raudhah dengan Madinah akan diatur sedemikian rupa agar semuanya bisa dinikmati oleh jamaah haji Indonesia," lanjut Agus.
Meskipun demikian, jamaah haji Indonesia juga bisa mendaftar secara mandiri via aplikasi Nusuk yang bisa diunduh di telepon pintar masing-masing. Tinggal masuk aplikasi dan klik 'Rawdah', nantinya jamaah haji tinggal memilih waktu yang tersedia untuk mengunjungi Raudhah. Terdapat sejumlah waktu yang tersedia pada seperti saat pagi hari (fajr), siang (dhuhr), sore (asr, magrib), dan malam.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
6
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
Terkini
Lihat Semua