Disayangkan Tayangan TV dan Tampilan Tabloid Makin Tak Terkendali
NU Online · Rabu, 29 Oktober 2003 | 12:54 WIB
Jakarta, NU Ohline
Disayangkan tayangan stasiun TV dan tampilan tabloid dan majalah yang semakin tak terkendali dan memberi pengaruh negatif pada moral bangsa, kata Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggara Haji Taufiq Kamil.
"Semakin tahun tayangan media massa TV, tabloid dan majalah semakin tak terkendali, dan berpengaruh pada moral bangsa, khususnya generasi muda," katanya saat memberi Pengarahan mengenai Gerakan Keluarga Sakinah di Jakarta, Rabu.
<>Diakui Taufik, media massa merupakan pintu bagi ilmu pengetahuan namun banyak media tidak terlalu menyediakan tempat bagi ilmu pengetahuan dan justru memperkenalkan berbagai tayangan dan tampilan hiburan yang yang bertentangan dengan nilai agama. itu ketahanan keluarga, ujarnya, perlu dibina untuk membentengi anak dan generasi muda dengan nilai-nilai yang baik termasuk tayangan dan tampilan dari media massa. Ia memberi contoh, TV pemerintah Arab Saudi yang ketat dalam mengawasi dan memfilter tayangan yang merusak.
"Pernah mereka kecolongan atas tayangan parabola TV Perancis yang sedang beradegan orang dewasa, namun hanya dalam selang waktu beberapa detik langsung dibuat ’blank’ oleh TV Pemerintah karena sangat ketatnya, ini berbeda sekali dengan di Indonesia," katanya.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam negeri (UIN) Dr Achmad Mubarok mengatakan dalam situasi negara sedang krisis multidimensi, khususnya krisis sosial, gerakan keluarga sakinah harus menjadi gerakan yang efektif.
Keluarga, ujarnya, merupakan lembaga yang sangat efektif membangun karakter manusia di mana keluarga seharusnya menjadi wadah kasih sayang dan menjadi basis pendidikan dan ilmu pengetahuan anak.
"Sayangnya sekarang ini keluarga yang berfungsi seperti itu justru sangat sedikit, sekolah juga kurang berfungsi, sehingga masyarakat menjadi faktor paling berpengaruh sebagai pembentuk karakter," katanya. Ia juga mengatakan, sekarang ini sudah terjadi pergeseran makna keluarga dari segi kesucian, kesetiaan, hak dan kewajiban serta makna lainnya.
Dalam kondisi seperti ini peranan lembaga konseling seperti Badan Penasihat Penyelesaian dan Pelestarian Perkawinan (BP4) di lingkungan Depag, dan dari lembaga lainnya semakin diperlukan.(mkf)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua