Sukoharjo, NU Online
Puluhan pedagang dan pengemudi becak di kompleks Pasar Kota Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin siang, mengadakan doa bersama untuk mendukung kemenangan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia pada laga final Sea Games XXVI melawan Malaysia.
Berdasarkan pantauan, para pedagang dan pengemudi becak tersebut mulai berkumpul di kompleks terminal Pasar Sukoharjo dan membentangkan bendera merah putih berukuran 12 x 16 meter.
<>
Mereka memulai aksi dengan memegang sekeliling bendera berukuran super besar tersebut sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu menyemangat Garuda di Dadaku.
"Indonesia bisa menang 2-0 lawan Malaysia! Ayo lawan Malaysia, Garuda Muda," teriak mereka di usai doa bersama yang dipimpin Ketua Komunitas Museum Rekor Indonesia, Antonius Bimo Wijanarko.
Bimo mengatakan, kegiatan doa bersama tersebut digelar untuk mengakomodasi dukungan dan doa masyarakat yang menginginkan kemenangan Indonesia di laga final sepak bola Sea Games yang digelar Senin malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Doa dari masyarakat bawah inilah yang dibutuhkan untuk memberikan keajaiban berupa permainan yang baik dan menghasilkan kemenangan bagi Timnas Indonesia," kata Bimo.
Meskipun Indonesia telah dipastikan menjadi juara umum perolehan medali emas, perak, dan perunggu dalam Sea Games tahun ini, dia mengatakan kemenangan ini tidak akan lengkap dengan perolehan emas di cabang olahraga sepak bola.
"Skor kemenangan 2-0 pada pertandingan nanti malam sudah cukup untuk menunjukkan bahwa persepakbolaan Tanah Air telah bangkit," kata Bimo.
Menurut dia, Timnas harus tetap rendah diri dan terus memfokuskan konsentrasi untuk dapat mengoyak jala gawang lawan.
Timnas Indonesia U-23 melaju ke babak final Sea Games XXVI setelah mengalahkan Vietnam di babak semi final dengan skor 2-0 pada Sabtu (19/11) malam. Di babak final, Indonesia akan kembali bertanding melawan Malaysia yang sempat mengalahkan Timnas 1-0 di babak penyisihan grup.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
Terkini
Lihat Semua