DPP PKB Berhentikan Alwi dan Saifullah dari Kepengurusan
NU Online · Rabu, 27 Oktober 2004 | 01:19 WIB
Jakarta, NU Online
Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) dalam rapat pleno di Jakarta, Selasa malam, memutuskan memberhentikan Ketua Umum Alwi Shihab dan Ketua Saifullah Yusuf dari kepengurusan partai itu sehubungan dengan masuknya mereka ke kabinet Indonesia Bersatu.
Sekretaris Dewan Syuro Arifin Junaidi usai rapat menjelaskan, keputusan pemberhentian Alwi dan Saifullah dari jabatannya di PKB karena partai ingin memberi kesempatan kepada mereka berdua untuk mengabdi pada bangsa dan negara sebagai menteri.
<>"Dengan pemberhentian itu diharapkan Alwi dan Saifullah dapat bekerja sebagai menteri dengan baik tanpa ada konflik kepentingan. Ini merupakan darma bakti PKB untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Arifin.
Secara legal, kata Arifin, pemberhentian Alwi dan Saifullah sudah memenuhi ketentuan Anggran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan peraturan partai, selain itu juga sesuai dengan keputusan rapat gabungan dewan syuro dan dewan tanfidz PKB pada 21 September lalu.
"Rapat gabungan itu sepakat siapapun yang masuk kabinet harus menanggalkan jabatan di DPP PKB. Keputusan itu dibuat jauh sebelum kabinet Indonesia Bersatu selesai disusun. Jadi tidak lahir belakangan setelah dua nama itu masuk kabinet," kata Arifin.
Sebagaimana tata kerja kepartaian, kata dia, selanjutnya Wakil Ketua Umum Mahfud MD yang melaksanakan tugas ketua umum dewan tanfidz yang berlaku sampai ditunjuk pejabat sementara (pjs) ketua umum. Mekanismenya, kata Arifin, dewan syuro menentukan Pjs ketua umum dan siapa yang ditunjuk sebagai Pjs namanya akan dibawa ke pleno untuk disahkan.
Rapat pleno tersebut antara lain dihadiri Ketua Umum Dewan Syuro KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Yusuf Muhammad, Mahfud MD, Sekjen Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, dan Ali Masykur Musa.
Alwi yang menjabat sebagai Menko Kesra dan Saifullah yang menjabat Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di kabinet Indonesia Bersatu tidak hadir dalam rapat tersebut.(an/mkf)
Â
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua