Sekalipun Pemilu 2014 masih lama, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) semakin merapatkan barisan dengan melakukan penataan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), demikian keterangan tertulis DPP PKB di Jakarta, Selasa. Salah satu yang menonjol dari penataan ini adalah bergesernya jabatan Sekjen yang selama ini diemban oleh Lukman Edy.
"Kami melakukan dua hal yaitu reposisi dan penataan. Tujuannya adalah menyiapkan struktur yang responsif terhadap perkembangan politik tanah air saat ini. Struktur yang lama lebih formalis, sekarang fungsionalis," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.<>
"Yang bersangkutan (Lukman Edy) sangat dibutuhkan sumbang pikiran dan tenaganya di jabatan Ketua DPP, jabatan sekjen lebih operasional. Tantangan Pemilu 2014 sangat berat, kita memerlukan konsolidasi total dan kuncinya ada ditangan sekjen. Kita akan memilih salah satu kader terbaik PKB untuk duduk sebagai sekjen," tambah Muhaimin.
PKB yang pada Pemilu 2009 lalu meraih 4,98 persen suara sedang berjuang keras agar parlementary trashold (PT) tidak diputuskan 5 persen. "Perjuangan terbesarnya adalah penataan struktur organisasi dan konsolidasi pemilih tradisional. Oleh karena itu, perjuangan di level politis agar PT cukup 3 persen harus diikuti konsolidasi total baik organisasi ataupun pemilih," tegas pria yang kerap disapa Cak Imin ini.
Menanggapi komentar adanya perbedaan sikap antara dirinya dengan Lukman Edy yang kemudian mengakibatkan bergesernya posisi sekjen, Cak Imin menyatakan bahwa perbedaan itu biasa dan lumrah dalam sebuah partai politik.
"PKB itu tetap eksis sampai sekarang karena semakin matang setelah mengalami berbegai konflik. Era konflik sudah lewat, sekarang tugas besarnya adalah menjadikan PKB kembali menjadi partai tiga besar seperti tahun 1999. Lukman Edy, salah satu kader terbaik PKB, kami posisikan membantu tugas Ketua Umum," jawab pria yang menjabat juga sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini. (ant/sam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua