Jakarta, NU Online
Dua wanita Indonesia yang disandera oleh kelompok militan di Irak telah dibebaskan. Para penyekap menyerahkan dua wanita ini ke kantor kedutaan Uni Emirat Arab di Baghdad.
Salah seorang diplomat di kedutaan Uni Emirat Arab di Baghdad menyatakan, kedua warga Indonesia ini akan diserahkan kepada Palang Merah Internasional. "Sekitar pukul 12 siang Senin, sebuah taksi membawa dua wanita Indonesia, dan sebuah surat. Kedua wanita itu diturunkan di dekat kantor kedutaan Uni Emirat Arab," ujar salah seorang diplomat Uni Emirat Arab di Baghdad, yang tidak bersedia diungkap jatidirinya.
<>Ia menjelaskan surat tersebut dialamatkan ke kedutaan Indonesia. Namun, di Baghdad ini tidak terdapat kedutaan Indonesia, kelompok tersebut juga membubuhkan alamatkan kedutaan Uni Emirat Arab di amplop, dan menyerahkan dua sandera. "Kami menerima dua sandera tersebut atas dasar-dasar kemanusiaan, dan kami telah mengambil beberapa langkah yang diperlukan," imbuhnya.
"Kami juga berkoordinasi dengan Badan PBB untuk urusan pengungsi. Dua wanita ini akan kami serahkan kepada mereka, untuk memastikan bahwa keduanya bisa kembali ke Indonesia."
Rencana Pemulangan
Kedutaan Indonesia di Amman, Yordania, salah satu pihak yang menangani masalah ini menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Palang Merah Internasional. Kepala Bagian Penerangan, Musrifun Lajawa seperti dikutip BBC Selasa dinihari mengatakan pihaknya akan segera menghubungi Palang Merah Internasional."Kami juga akan membahas kemungkinan rencana membawa dua warga kami keluar dari Irak dan kembali ke Indonesia," ujar Lajawa.
Musrifun Lajawa menambahkan jalur Yordania bisa dipakai sebagai salah satu rute alternatif untuk membawa dua sandera yang dibebaskan ini kembali ke Indonesia.Dua wanita Indonesia itu, bersama dengan beberapa warga Lebanon dan Irak, diculik dari kantor mereka pekan lalu. Tentang nasib sandera lainnya, sejauh ini belum diketahui. (BBC/Cih)
Â
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua