Puluhan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) menemui Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/3). Mereka mendukung langkah FKB yang menggalang kekuatan di parlemen untuk menggunakan hak angket terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI).
Puluhan aktivis yang Andrianto itu juga mendesak FKB untuk mendukung dihentikannya alokasi anggaran sebesar Rp 65 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, dana sebesar itu akan digunakan untuk membayar bunga obligasi rekap perbankan dan mengalihkannya untuk subsidi pangan bagi rakyat miskin.<>
Ketua FKB Effendy Choirie menegaskan, pihaknya juga mendukung dilakukannya hak angket tersebut. Namun, kepastian sikap FKB tersebut masih menunggu jawaban Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap interpelasi BLBI yang akan disampaikan pada 1 April mendatang.
Hak angket itu, kata Effendy, sangat penting, karena semua yang terlibat BLBI dan KLBI bisa dihadirkan ke DPR. Sehingga nama-nama yang selama ini belum diketahui secara luas terhadap pengemplang uang negara itu, bisa terungkap.
Mengenai penghentian anggaran pembayaran obligasi, katanya, FKB akan memperjuangkannya melalui APBNP 2008 dan menolak Rp 65 triliun tersebut. Karena langkah itu akan meringankan APBN. “Mestinya, di tengah rakyat susah sekarang ini, mahasiswa protes, tapi kok diam-diam saja,” ujarnya. (nif/rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua