Dzuriyah Bertekad Melanjutkan Perjuangan Gus Dur
NU Online · Senin, 8 Agustus 2011 | 01:01 WIB
Jakarta, NU Online
Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Ketua Umum PBNU periode 1984–2000 adalah sosok unik dengan minat amat luas. Dari agama hingga kebudayaan, dari soal konstitusi hingga urusan pemilihan kepala desa di kampung terpencil. Selain itu, konsistensi perjuangannya membela kaum minoritas dan mereka yang terpinggirkan tanpa membeda-bedakan agama dan ras. <>
Gus Dur yang juga mantan Presiden RI ke-4 ini dikenal sebagai sosok yang berani membela, yang keberaniannya bahkan jauh melampaui keberanian orang-orang yang dibelanya. Tak heran publik menyematkannya sebagai “Pejuang Pluralisme”. Karenanya, belum genap dua tahun wafat, kehadirnnya sangat dirindukan semua kalangan. Atas dasar inilah, duriyah (keluarga) Abdurahman Wahid mendirikan Pojok Gus Dur.
Pojok Gus Dur ini berisi koleksi sebagian buku, termasuk buku-buku yang ditulis Gus Dur dan buku-buku karya orang lain mengenai Gus Dur, kaset-kaset wayang, ceramah Gus Dur, dll.
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj meresmikan peluncuran Pojok Gus Dur ini di aula gedung PBNU lantai 8 pada Ahad sore, 7 Agustus 2011. Turut serta jajaran pengurus PBNU. Selain itu, hadir pula sahabat-sahabat Gus Dur; Mohammad Sobary (budayawan), Danarto (sastrawan, pelukis), Musdah Mulia (cendekiawan), Budi Tanuwibowo (tokoh Konghucu), Adi Massardi (mantan jubir Gus Dur) Muslim Abdurahman (cendikiawan).
Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur mewakili pihak keluarga berkenan menyampaikan sambutan. Menurutnya, Pojok Gus Dur adalah ruang kerja Gus Dur sejak akhir tahun 70-an. Dilanjutkan ketika tahun 1984, saat Gus Dur jadi ketua PBNU hingga wafat.
“Pojok itu, adalah sudut di mana beliau berkarya memberikan banyak manfaat, tidak hanya untuk NU tapi bangsa Indonesia,” tambahnya.
Ia menambahkan, tujuan didirikan Pojok Gus Dur ini mendorong lahirnya pemikir-pemikir kritis, bijaksana, yang bisa membawa perspektif Gus Dur, membela rakyat untuk tujuan mulia yaitu bangsa.
Dzuriyah atau keluarga dan keturunan Gus Dur bertekad menjaga teladan prinsip, teladan nilai, pemikiran maupun perjuangan Gus Dur. Akan merawat, mengembangkan, supaya mewarnai perkembangsaan bangsa Indonesia. Tentu saja bersinergi para murid-murid Gus Dur.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua