Enam guru madrasah asal Jatim dikirim ke Australia untuk mengikuti program Bridge Project 2011. Program yang dibiayai Pemerintah Australia dan The Myer Foundation ini, tak hanya memberangkatkan guru dari Jatim, tetapi juga dari Jakarta dan Banten.
Dalam acara pengumuman resmi dan penandatanganan kerja sama di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Pingkan Umboh, selaku perwakilan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, mengungkapkan, enam guru yang beruntung itu berasal dari MI Miftahul Ulum Batu, MTsN 2 Kediri, dan MAN 3 Malang.<>
“Masing-masing madrasah mengirim tiga guru, tapi akan kami seleksi dan hanya dua guru terbaik yang akan kami pilih untuk diberangkatkan ke Australia Maret mendatang,” kata Pingkan, Selasa (4/1) seperti dilansir Surya.
Tujuan program ini, terang Pingkan, selain untuk mempererat hubungan antara kedua negara, juga sebagai upaya menjalin kerja sama di bidang budaya. Selain mendatang guru madrasah ke Australia, guru yang mengajar di sekolah-sekolah di Australia pun juga didatangkan ke Indonesia. “Dengan cara ini, guru-guru mampu menyelami gaya hidup dan budaya negara yang didatanginya,” katanya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Sutrisno mengatakan, pemilihan madrasah dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengasah wawasan di negara maju.
“Masyarakat Australia ingin sekali mengenal lebih dekat tentang ajaran Islam, untuk itulah kerja sama ini memberangkatkan guru madrasah ke Australia,” imbuhnya. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua