Jakarta, NU Online
Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) MPR mengingatkan pemerintah hasil Pemilu 2004 beserta seluruh lapisan masyarakat untuk menempatkan pentingnya rekonsiliasi nasional sebagai langkah untuk membangun kebersamaan dan persatuan guna kepentingan nasional yang lebih besar pada masa datang.
"Tak ada modal yang besar bagi pembangunan kecuali rekonsiliasi nasional," kata Ketua FKB MPR KH Yusuf Muhammad kepada pers di Gedung MPR/MPR Jakarta, Sabtu petang.
<>Yusuf Muhammad menjelaskan, tanpa ada rekonsiliasi, maka kekuatan bangsa ini tidak akan terkonsentrasi bagi kemajuan bersama. Bahkan tanpa ada rekonsiliasi nasional, siapa pun yang memimpin diprediksi hasil kepemimpinannya tidak bisa optimal bagi perbaikan keadaan.
FKB MPR akan tetap konsisten mengenai perlunya rekonsiliasi nasional. Sikap itu telah diperjuangkan FKB sejak 1999 ketika FKB dalam SU MPR mengusulkan agar Tap MPR No.XV/1966 dicabut. Walaupun reaksi publik kemudian mengecam usul FKB itu, FKB tidak pernah mencabut usul itu.
"Usul itu sejak awal kami sampaikan dan sampai sekarang tidak pernah kami cabut, walaupun tidak pernah dibahas," katanya.
Usul itu, kata Gus Yus, atas dasar konsistensi dan logika serta penghormatan terhadap HAM. Usul itu untuk menjaga kebersamaan. "Yang menggembirakan, ternyata putusan Mahkamah Konstitusi (MK) juga sejalan dengan pendirian FKB," katanya.
Gus Yus juga mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa tiga kali pemilihan umum di Indonesia tahun 2004 berlangsung lancar dan NKRI tetap bisa dijaga keutuhannya.
"Yang menggembirakan adalah pemilihan presiden secara langsung bisa diwujudkan pada akhir masa jabatan kami di MPR. Kami sejak awal amendemen telah mengusulkan agar pemilihan persiden dilakukan selangsung-langsungnya oleh rakyat. Banyak yang tidak sependapat dengan usul kami, namun akhirnya apa yang kami usulkan bisa diwujudkan," katanya.
Berkaitan dengan ST MPR 2004, dia mengakui ST MPR terkahir ini kurang "greget" karena memang tidak ada isu atau agenda yang menonjol. Meski tanpa greget, ST MPR ini merupakan aklamasi atas keberhasilan MPR dan pemerintah meletakkan dasar-dasar demokrasi yang kuat.(an/mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua