Gagal Berangkat Haji karena Terlibat Aliran Sesat
NU Online · Sabtu, 16 Oktober 2010 | 04:22 WIB
Banda Aceh, NU Online
Seorang tenaga kesehatan calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Biruen, Aceh, gagal diberangkatkan ke Tanah Suci, karena diduga kuat pengikut ajaran sesat.
Safwaliza, terancam dicoret dari tim medis calhaj, karena terlibat sebagai Pengurus Ajaran Millata Abraham, Kecamatan Peusangan, Bireun, yang sudah dinyatakan sesat oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat.
>
Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Juniazi mengatakan, pihaknya sudah merekomendasikan ke Kementerian Kesehatan agar Safwaliza ditunda keberangkatannya ke Arab Saudi, sebagai tim medis. “Kami telah merekomendasikan,” katanya di Banda Aceh, Jum'at (15/10).
Hal itu dilakukan untuk mencegah paham dianutnya tak berimbas kepada calon jamaah lain. Semula ia dijadwalkan berangkatn Rabu lalu, dalam kloter 3 Aceh. Karena kasus itu, posisinya diganti tenaga kesehatan lain.
Jadwal keberangkatan Safwaliza sementara bersama kloter 12, itu pun belum ada kepastian. Statusnya kini tergantung Depertemen Agama, dicoret atau tidak. "Kami masih menunggu status yang bersangkutan dari Kementerian Agama,” ujar Juniazi.
Ajaran Millata Abraham sempat menghebohkan warga di Peusangan, Bireun, sekitar dua pekan lalu. Pengikut aliran itu diperkirakan sekitar 50 orang.
Massa yang emosi menyegel lokasi yang dijadikan sebagai perkumpulan mereka dan menjemput mereka satu-satu dari tempat tinggalnya, kemudian diserahkan ke Polisi.
Karena dinilai telah menyimpang dari ajaran Islam, mereka kemudian disyahadatkan kembali secara massa, dipimpin ulama di sana. Pensyahatan sempat tertunda karena warga menyerbu lokasi pensyahatan. Penasaran dengan pengikut ajaran itu.
Ketua MPU Aceh, Teungku Muslim Ibrahim menyatakan, ajaran Millata Abraham tak sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist, pedoman umat Islam. Aliran itu mencampurkan antara sebagian ajaran agama Nabi Ibrahim dan beberapa Nabi lainnya, termasuk Nabi Muhammad SAW. (ful)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua