Menjadi golongan putih (golput) alias tidak menggunakan hak pilih dalam pemilihan presiden (pilpres) 8 Juli mendatang tidak berdosa. Hak memilih atau tidak memilih diserahkan kepada masing-masing warga negara.
Namun demikian umat Islam sebaiknya tetap memilih, selama diyakini ada calon presiden atau wakil presiden yang terbaik diantara beberapa calon yang bersaing. Demikian dikatakan KH Afifuddin Muhajir, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur.<>
“Prinsipnya, selama masih ada yang baik, pilih yang baik. Tapi kalau sudah sama-sama jelek, baru (boleh) golput. Karena itu sebaiknya tidak Golput,” katanya di sela seminar nasional dan bedah buku “Fiqih Menggugat Pemilu Langsung” di aula gedung PCNU Jember, Jl Imam Bonjol, Kaliwates Jember, Sabtu (4/7).
Dikatakannya, memilih pemimpin hukumnya fardlu kifayah atau wajib bagi perwakilan umat Islam saja. Jika di Indonesia, misalnya tak satu pun yang memberikan hak suaranya dalam Pilpres, maka berdosalah semua warga Indonesia.
Soal pemilihan presiden langsung, Kiai Afifuddin juga menegaskan, pemilihan langsung banyak membawa dampak yang kurang baik bagi rakyat kebanyakan. Selain terpolarisasinya dukungan, pemilihan langsung kerap kali berujung pada perseteruan yang tajam antar warga.
Pemilu langsung juga mendidik masyarakat dan bersikap pragmatis dalam menentukan pilihannya. “Kesimpulannya, untuk zaman sekarang, lebih baik bukan pemilu langsung”, ungkapnya.
Sementara itu, pembicara lain, Dr Muhammad Habibullah menandaskan, Pemilu langsung harus dilakukan karena sudah diamanahkan oleh pasal 6A UUD 45 hasil amandemen ketiga.
Alasan lain, tukasnya, Pilpres langsung merupakan sarana pembelajaran politik yang sangat baik dan sebagai salah satu upaya meningkatkan kwalitas berpolitik rakyat. “Itu salah satu indikator demokrasi,” ulasnya. (ary)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua