Guru Madrasah Diniyyah (Madin) layak mendapatkan honor Rp. 10.000,- perhari atau Rp. 300.000,- perbulan. Sebab, hingga saat ini para pendidik agama tersebut belum mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang layak sesuai dengan perjuangan dan pengabdiannya. Hal tersebut akan diperjuangkan anggota dewan agar bisa terealisasi pada 2012 mendatang. Demikian dikatakan ketua DPRD II Jepara, Yuli Nugroho baru-baru ini.
Menurut Yuli, peran pendidikan agama tidak bisa dipisahkan dengan pendidikan umum. “Sebenarnya pendidikan agama maupun pendidikan umum adalah satu kesatuan. Hanya saja kita mewarisi paham yang sengaja dihembuskan penjajah agar ada dikotomi diantara keduanya,” paparnya.
gt;
Yuli menambahkan mengingat peran penting pendidik agama dalam membina masyarakat sudah selayaknya jika pemerintah memberikan perhatian yang layak termasuk memberikan bantuan kesejahteraan.
Sebelumnya, KH Miftah Abu juga menyampaikan aspirasi para Guru Madin yang merasa tidak diperhatikan Pemkab. Selama ini jelasnya, Pemkab hanya memberikan bantuan Rp. 150.000,- pertahun untuk Guru Madin dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pencairannya dibarengkan mendekati hari raya Idul Fitri. Jika dihitung-hitung rata-rata, hanya Rp. 12.500 perbulan. Padahal daerah lain sudah banyak yang memberikan bantuan untuk guru Madin dan TPQ. (qim)
Terpopuler
1
Orang Wajib Zakat Fitrah Tapi Juga Boleh Menerima?
2
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
3
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
4
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
5
Perang Iran dan Israel-AS Berdampak Global, Ketua Umum PBNU Desak Perdamaian
6
Standar Ganda Sekutu dalam Perang Israel-AS vs Iran
Terkini
Lihat Semua