Gus Dur Berkirim Surat ke Kapolri, Pasang Badan untuk Pimpinan KPK
NU Online · Senin, 2 November 2009 | 11:18 WIB
Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hari ini mengirimkan surat ke Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Surat itu menyatakan bahwa dirinya siap pasang badan atau memberikan jaminan fisik untuk penangguhan penahanan bagi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
Hal ini disampaikan juru bicara Gus Dur Adhie Massardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (2/11), usai menyampaikan surat jaminan itu kepada Kapolri dan Bareskrim.<>
"Gus Dur memberi jaminan fisik, sebagai gantinya agar Polri membebaskan Bibit dan Chandra. Agar keduanya bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," kata Adhie.
Menurutnya, Gus Dur berharap Kapolri bisa menerima permohonan itu karena konflik antara KPK dan Polri kontra produktif dengan pemberantasan korupsi.
Gus Dur mengingatkan lembaga kepolisian, salah satu alasan pemisahan TNI-Polri pada saat dia menjadi presiden adalah agar Polri bisa bekerja sama dengan KPK dan kejaksaan untuk memberantas korupsi.
"Jangan membuat blunder di mana masyarakat akhirnya yang antusias terhadap pemberantasan korupsi mulai antipati, mulai ada kecurigaan terhadap Polri dan ini tidak bagus," kata Adhie. (sam)
Terpopuler
1
PBNU Putuskan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Tambakberas Jombang, 27-31 Agustus 2026
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
PBNU Rampungkan Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Lirboyo dan Jakarta Jadi Opsi Terkuat
4
Penentuan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Ditunda, Paling Lambat Besok Pagi
5
PBNU Sebut Pengalaman Tambakberas Jombang Jadi Modal Utama Selenggarakan Muktamar Ke-35 NU
6
Pesan Rais Aam PBNU kepada Pengurus 25 Hari Jelang Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua