Mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rabu (3/12), mendeklarasikan sebuah organisasi pergerakan dengan nama Gerakan Kebangkitan Rakyat atau disingkat Gatara.
Deklarasi dilakukan di kantor Wahid Institut yakni bekas rumah ayahanda Gus Dur, KH Wahid Hasyim, di Jl Taman Amir Hamzah 8 Matraman, Jakarta. Sejumlah sahabat dan para calon presiden hadir dalam deklarasi tersebut, antara lain Akbar Tanjung, Sutiyoso, Rizal Ramli, Hariman Siregar, dan Muchtar Pakpahan.<>
Deklarasi pendirian Gatara dibacakan oleh putri Gus Dur Yenny Wahid sementara visi-visi organisasi baru yang berlambang mirip Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dibacakan oleh Lalu Misbah.
”Pada saat warga PKB kebingungan mau kemana menyampaikan aspirasinya, Gus Dur mendeklarasikan Gatara,” kata Lalu Misbah sebelum membacakan visi misi Gatara.
Dikatakan, organisasi baru ini berkomitmen untuk maju dan bangkit bersama elemen yang lain berdasarkan prinsip-prinsip keagamaan, kebangsaan dan kejuangan, yang terbuka dan demokratis.
Deklarasi ini juga ditandai dengan menekan sirine oleh Gus Dur sebagai Pemimpin Gatara dan pelepasan burung merpati sebagai simbol kebebasan dan keterbukaan.
Gus Dur mengatakan, Gatara didirikan untuk menampung berbagai aspirasi yang disampaikan kepadanya.
”Selama ini tidak ada gerakan penyambung. Banyak yang menyatakan begini dan begitu tapi tidak jelas tujuannya apa,” kata Gus Dur usai memencet sirine.
Rizal Ramli dalam orasinya menyatakan gerakan baru ini adalah salah satu bukti dukungan rakyat terhadap kepemimpinan Gus Dur.
”Pemerintah dan PKB boleh melupakan Gus Dur, tapi rakyat tidak akan melupakan Gus Dur. Bukan tidak mungkin gerakan ini nantinya akan tampil sebagai partai baru, Partai Kebangkitan Rakyat,” katanya.
Sementara itu Yenny Wahid menegaskan, Gatara bukanlah partai politik. Gatara, katanya, dibentuk atas usulan dari para pendukung Gus Dur di daerah-daerah. ”Kita akan mengukur seberapa besar gerakan ini di daerah-daerah,” tambahnya. (nam)
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua