Jakarta, NU Online
Adanya kebohongan yang banyak muncul dalam semua aspek kehidupan masyarakat dinilai oleh Gus Dur, yang dulu merupakan mantan ketua Dewan Kesenian Jakarta sebagai wujud dari dunia teatrikal masyarakat Indonesia.
”Semuanya penuh kepura-puraan, di depan istri, di depan anak ketika pulang ke rumah sehingga kehilangan kejujuran. Ini menyebabkan kita gagal menumbuhkan teater dalam kehidupan,” tandasnya dalam diskusi budaya di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Selasa.
<>Menurutnya tak ada perkembangan yang berarti dalam dunia seni di Indonesia karena tokoh-tokohnya tetap itu-itu saja. ”Dari dulu saya cuman Putu Wijaya saja yang pentas, tak ada generasi muda yang menonjol,” tandasnya.
Teater menurutnya merupakan wujud kejujuran dari masyarakat karena lakon-lakon yang ditampilkan menggambarkan realitas yang sebenarnya yang terjadi dalam masyarakat. Ketika terjadi kepura-puraan dalam masyarakat, teater yang sesungguhnya tak mendapat tempat.
Mantan ketua umum PBNU tersebut berpendapat bahwa seniman merupakan orang yang paling mudah diajak bekerjasama karena mereka merupakan orang yang sangat menghargai kejujuran. Namun pemikiran mereka sangat kompleks dan luas sehingga perlu kemampuan untuk mengaturnya.(mkf)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Libur Sekolah Awal Ramadhan 18-20 Februari 2026
2
Disambut Ketum PBNU, Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU di Malang
3
Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus MUI Masa Khidmah 2025-2030
4
Data Hilal Penentuan Awal Bulan Ramadhan 1447 H
5
Ratusan Ribu Warga Dikabarkan Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 100 Tahun NU di Malang
6
Bumiayu Kembali Diterjang Banjir Bandang: Akses Lumpuh, Sawah dan Makam Warga Tersapu
Terkini
Lihat Semua