Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memuji kepemimpinan (alm) Ali Sadikin selama menjadi gubernur DKI Jakarta pada 1966-1977. Menurutnya, Almarhum merupakan pemimpin rakyat yang sejati, berani, sederhana dan bijaksana.
"Dia itu pemimpin rakyat sejati. Hidupnya sederhana, berani dan bijaksana," ujar Gus Dur didampingi istri, Shinta Nuriyah Wahid, kepada wartawan saat melayat ke rumah duka di Jalan Borobudur, Jakarta, Rabu (21/5).<>
Gus Dur yang juga mantan presiden RI itu menjelaskan, langkah politik Ali Sadikin selama menjabat gubernur sangat berani. Di rezim Orde Baru, Ali Sadikin berani membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan pemerintahan Soeharto. "Berani menentang kebijakan rezim yang kacau-balau," tandas Gus Dur.
Ia juga menghargai hasil pembangunan yang dilakukan Ali Sadikin. “Ya, beliau berhasil membangun Jakarta yang aman, tentram, damai dan sejahtera masyarakatnya. Tidak seperti sekarang ini, di mana warga Jakarta banyak menderita dan kesulitan menghadapi hidup,” tutur Gus Dur.
Selain Gus Dur, tampak pula di rumah duka tersebut Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, mantan gubernur DKI Sutiyoso dan Surjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.
Ali meninggal akibat kegagalan fungsi organ. Ia meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Gleneagles, Singapura dan meninggal pada Selasa (20/5).
Almarhum meninggalkan istri keduanya, Linda Syamsuddin Mangan, dan 5 anak. Purnawirawan Letnan Jenderal TNI KKO-AL ini akan dimakamkan di atas pusara istri pertamanya, Nani Arnasih, di TPU Tanah Kusir. (nif)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua