KH Abdurrahman Wahid yang biasa dipanggil Gus Dur menuturkan sebuah perubahan masyarakat akan berhasil jika ia mendasarkan diri pada tradisi yang sudah ada pada bangsa dan negera itu.
Demikian dikemukakan ketika memberikan sambutan pada Religious Art Festival for Peace yang diselenggarakan di Jitec Mangga Dua, Ahad (13/7) malam yang diselenggarakan atas kerjasama Lesbumi NU, Soka Gakkai Indonesia dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).<>
āPerubahan-perubahan itu haruslah berakar pada budaya bangsa dan negera, orang Jepang termasuk Soka Gakkai adalah orang yang bangga dengan tradisinya,ā katanya.
Mantan Ketua Umum PBNU ini mengaku banyak belajar dari para tokoh penting Jepang yang telah menggerakkan negeri Matahari Terbit sampai akhirnya bisa mencapai kejayaan saat ini, yaitu Tokugawa Leyasu yang telah melakukan reformasi Meiji yang membuat Jepang terbuka pada dunia luar, tetapi tetap memegang tradisinya yang baik.
Kedua adalah Yoshida Shigeru, PM Jepang seusai Perang Dunia II yang menghancurkan Jepang. Ia berhasil membangkitkan kembali kebanggaan dan memberi semangat untuk kembali bangkit dan berkompetisi dengan dunia luar.
āIni yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia jika ingin mengadakan perubahan. Dan Kalau ingin sukses dalam pembangunan, mau tidak mau kita harus membersihkan diri dari korupsi,ā paparnya. (mkf)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
5
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua