Gus Mus, budayawan asal Rembang, Jawa Tengah, Sabtu malam (12/3) kemarin membacakan puisi-puisinya di kampus Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Puisi-puisi yang dibacakan KH Mustofa Bisri antara lain, mana ada negeri sesubur negeriku, di negeri amplop, negeri haha hihi, selamat datang di negeri bokong, munajat kaum binatang, Allahu akbar dan aku masih hafal nyanyian itu. Selain Gus Mus, penyair lain yang turut membacakan puisi-puisinya adalah Timur Sinar Suprabana dari Semarang dan Sitok Srengenge dari Jakarta.
Dalam jeda-jeda pembacaan puisi Gus Mus memberikan guyonan-guyonan yang menjadikan pertunjukan malam itu kian riuh. “Setelah tadi anda mendengarkan pembacaan puisi penyair sungguhan sekarang anda mendengarkan syair-syairan penyair-penyairan,” katanya seraya disambut tawa dan tepuk tangan penonton yang memadati gedung Thomas Aquinas.
t;
Beliau menambahkan puisi yang telah ditulisnya dua puluh tahun silam dan dibacakan di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, mana ada negeri sesubur negeriku dibacakan kembali malam itu. “Puisi ini saya tulis dua puluh tahun yang lalu. Ketika saya baca malam ini masih pas juga. Sebenarnya saya yang gila apa negeri ini yang gila,” jelasnya.
Beno Siang Pamungkas, atas nama prakata panitia mengungkapkan kegiatan tersebut adalah wujud kerjasama Rumah Budaya Gubug Penceng dengan Pro TV. Kegiatan malam itu, ungkap Beno akan diputar siaran tunda di Pro TV, Senin malam (14/3).
Sementara Donny Danardono dari Program Magíster Lingkungan dan Perkotaan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang menyatakan bahwa puisi adalah hasil bunyi, nada dan imajinasi. Sedangkan Maryanto, kepala dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya memaparkan dengan puisi akan memberikan pencerahan bagi bangsa Indonesia yang sedang prihatin. (qim)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua