Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus) turut mendoakan keselamatan mantan presiden Soeharto di akhirat. Menurutnya, hal itulah yang lebih penting dilakukan saat ini.
“Kalau di sini (di dunia), sudah jelas (selesai). Sekarang, masalahnya, bagaimana menyelamatkan Pak Harto di sana (akhirat). Kalau Pak Harto ada kesalahan, maka keluarga harus minta maaf,” terang Gus Mus kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (27/1)<>
Namun demikian, budayawan dan kiai khos NU itu meminta keluarga segera menyelesaikan hak-hak Soeharto yang terkait dengan hak Adam (hak-hak yang terkait dengan manusia lainnya). Langkah keluarga ini diharapkan akan dapat melapangkan jalan Soeharto untuk dapat menghadap Yang Maha Kuasa.
“Kita harus mikul nduwur mendem jero (lihat kebaikan, lupakan keburukan). Tapi, karena urusan Pak Harto sudah menghadap Yang di Sana, yang urusan hak Adam harus diselesaikan. Biar mudah beliau menghadap-Nya,” tutur Gus Mus.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Mus bersama para kiai dan politisi NU yang sedang bertemu di PBNU, serentak membacakan surat Al-Fatihah untuk Almarhum.
"Bagaimanapun status dan track record (jejak rekam) Pak Harto, beliau adalah orang yang berjasa bagi bangsa ini. Mari kita bacakan Al Fatihah," kata Slamet Effendi Yusuf, politisi Partai Golkar.
Sebelumnya, putri pertama Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut meminta semua kesalahan Soeharto dimaafkan. Ia mengharapkan agar ayahnya diampuni dan diterima Allah SWT.
Tutut juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendoakan dan menjenguk ayahnya di RSPP. Ia juga memohon maaf dan minta dimaklumi bila Soeharto tidak bisa menemui semua orang yang menjenguknya. "Kami mohon maaf bila dalam sakitnya, tidak semua orang dapat menemui Bapak dan kami tidak dapat melayani dengan baik," kata Tutut.
Pak Harto dinyatakan wafat pada Ahad, 27 Januari 2008. Penguasa Orde Baru itu menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.10 WIB.
Pak Harto sebelumnya diberitakan kondisinya sangat-sangat kritis karena seluruh organnya sudah tidak berfungsi. Konfirmasi wafatnya Soeharto juga disampaikan mantan Mensesneg Moerdiono. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua