Gus Mus: Jangan Gunakan Kekerasan pada Ahmadiyah
NU Online · Selasa, 22 April 2008 | 08:45 WIB
Mustasyar (penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus) meminta kepada semua pihak agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan pada Ahmadiyah. Menurutnya, lebih baik menunjukkan jalan yang benar jika Ahmadiyah disebut menyimpang dari ajaran Islam.
Gus Mus menjelaskan, hal itulah yang dilakukan kalangan NU selama ini. "Kalau ada orang tersesat itu, orang NU pasti akan menunjukkan jalan yang benar, bukan justru menyalahkan atau menamparnya. Kalau pakai kekerasan itu bukan cara NU," katanya saat berbicara dalam acara ‘Khadijah Bersholawat’ di SMA Khadijah, Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini.<>
Namun, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, itu memilih bersikap berbeda dengan keputusan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) terkait Ahmadiyah. Menurutnya, masyarakat harus lebih bijaksana menyikapi hal itu.
"Saya tidak membela, tapi orang NU itu memang harus bersikap tawassuth (tidak memihak), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang)," ucap Gus Mus yang juga budayawan dan termasuk deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Ia menceritakan, sikap moderat NU yang sudah ada sejak dulu dilihat pemimpin Jepang sebagai "harapan" untuk dunia.
"Para pemimpin Jepang melihat ada dua pola kepemimpinan yang ekstrim, yakni kepemimpinan George W. Bush dan kepemimpinan Osama Bin Laden yang sama-sama ekstrim dan mengancam masa depan dunia," tuturnya.
Namun, kata alumnus Pesantren Krapyak (Yogyakarta) itu, harapan Jepang kepada NU itu harus disikapi dengan introspeksi, mengingat banyak kekerasan yang "memperalat" agama telah melanda Indonesia. (ant/sbh/rif)
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua