Jakarta, NU Online
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus) menyatakan, sudah saatnya NU dipimpin oleh kalangan muda.
"Sekarang waktunya yang muda-muda. Ini zamannya yang muda yang memimpin," kata Gus Mus usai mengikuti rapat gabungan Dewan Syuriah dan Tanfidziyah PBNU di kantor PBNU, Jakarta, Rabu, menjawab wartawan tentang kepemimpinan NU mendatang yang akan ditentukan di muktamar NU mendatang.
<>Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah tersebut merupakan salah satu tokoh yang disebut-sebut cocok memimpin organisasi kaum nahdliyin, bahkan seperti diberitakan sejumlah media massa Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz termasuk tokoh yang mendukung Gus Mus meski akhirnya dibantah oleh Kiai Sahal.
Gus Mus sendiri menanggapi enteng dukungan dan penyebutan namanya sebagai calon ketua umum PBNU. "Saya memang selalu disebut-sebut, kalau tidak menyebut saya nanti kualat," katanya berkelakar.
Namun pada kesempatan itu Gus Mus menegaskan bahwa dirinya sudah terlalu tua untuk menjadi ketua umum PBNU dan menyarankan PBNU dipimpin kalangan muda.
Beberapa nama yang senter akan mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU periode mendatang adalah KH Hasyim Muzadi, Prof. Cecep Syarifuddin, KH Manarul Hidayat, Masdar F. Masâudi dan H. Salahuddin Wahid.(an/mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua