Habib Umar Al-Jailani: Jangan Mencaci Orang yang Berdzikir
NU Online · Senin, 3 Agustus 2009 | 01:11 WIB
Habib Umar Al-Jailani, salah seorang ulama keturunan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, mengimbau kelompok umat Islam tidak merasa paling benar sendiri dan menyalahkan, bahkan mengkafirkan kelompok umat Islam yang lain.
“Jangan mencaci sesama umat Islam, jangan saling menyalahkan, jangan saling mengecam,” kata Habib Umar saat memberikan taushiyah di hadapan ribuan jamaah Tarekat Qadiriyah-Nahsabandiyah yang tergabung dalam Jamaah Al-Khidmah dalam acara istighotsah dan dzikir akbar di halaman kantor LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (2/8).<>
Habib Umar (59) yang datang jauh-jauh dari pusat umat Islam kota Mekah, menyesalkan sikap kelompok umat Islam yang selalu mengecam kelompok umat Islam yang lain, seperti jamaah dzikir.
“Mereka mengkafirkan kelompok yang lain karena tidak mengikuti ajaran mereka. Mereka menyalahkan orang-orang yang berada di majelis dzikir,” katanya dalam tauhsiyahnya yang disampaikan dengan bahasa Arab.
Menurut Habib Umar, sikap ini sangat jauh dari ajaran Rasulullah SAW, yang senantiasa mengajarkan Islam sebagai rahmat untuk umat manusia (rahmatan lil alamin).
Dalam kesempatan itu Habib Umar yang menimba ilmu di Mekah dan Hadramaut memaparkan berbagai keutamaan berdzikir. Menurut Habib, dzikir merupakan satu cara untuk meringankan beban dosa setiap umat manusia.
“Jangan sekali-kali lalai dalam berdzikir karena kita akan kehilangan segala-galanya, kehilangan karunia Allah di dunia dan di akhirat,” katanya di hadapan para jamaah.
Ribuan jamaah yang hadir adalah anggota jamaah Al-Khidmah Jakarta dan sekitarnya, ditambah jamaah ziarah Wali Songo yang datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dzikir tarekat Qadiriyah-Nahsabandiyah pimpinan KH Asrori Al-Ishaqi itu didahului dengan doa tawasul untuk ulama, orang tua dan para pendahulu yang telah meninggal dunia, pembacaan doa istighotsah dan dilanjutkan dengan pembacaan “Manaqib” yang berisi riwayat hidup dan hikmah dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. (nam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua