Hanya Prabowo yang Peduli Nasib Petani Tembakau
NU Online · Rabu, 1 Juli 2009 | 01:53 WIB
Debat calon wakil presiden (Cawapres) putaran kedua di Jakarta, Selasa (30/6) tadi malam menunjukkan hanya Prabowo yang peduli terhadap nasib petani tembakau. Dua calon lainnya terpancing pertanyaan moderator Fahmi Idris yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengenai dampak negatif rokok.
Cawapres Boediono dari awal malah buru-buru mengatakan, dirinya dan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak merokok. Ia menegaskan komitmen pemerintahan SBY terhadap dampak negatif rokok terhadap kesehatan dengan memberikan contoh langsung untuk tidak merokok.<>
"Saya kira dari segi kesehatan jelas posisi kami mengenai masalah rokok ini. Saya tidak merokok, Pak SBY juga tidak merokok," kata Boediono katanya.
Capres Wiranto menegaskan, kesehatan masyarakat merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas bangsa sehingga upaya preventif, kuratif dan rehabilitatif harus seimbang.
Sementara itu calon wakil presiden Prabowo Subianto mengatakan, dunia saat ini memang cenderung ingin menciptakan kualitas hidup sehat dengan tanpa merokok. Namun, pemerintah Indonesia juga harus mempertimbangkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia juga merupakan petani tembakau.
”Jika para petani tembakau ini dapat dialihkan untuk menjadi petani sektor pangan maka tidak ada masalah bagi mereka jika produksi rokok dihentikan. Ini yang harus diperhatikan, kompensasi bagi para petani tembakau,” ujar Cawapres pendamping Megawati itu.
Ia berjanji jika terpilih akan memperhatikan nasib petani tembakau. Bersama Megawati ia akan akan mengedepankan sektor pertanian untuk kebangkitan ekonomi nasional. (nam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua