Jakarta, NU Online
Pada hari ini Nahdlatul Ulama merayakan hari lahirnya yang ke 81, menuju organisasi yang lebih matang dan lebih dewasa dalam menghadapi segala tantangan zaman yang ada.
NU dilahirkan pada 16 Rajab 1344 H atau 13 Januari 1926 di Surabaya. Embrio dari NU terdiri dari tiga organisasi pergerakan, yaitu Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) 1916, Nahdlatul Wathan atau juga dikenal Nahdlatul Fikr (kebangkitan pemikiran) 1918 sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum keagamaan kaum santri dan terakhir adalah Nahdlatul Tujjar (pergerakan kaum saudagar). Serikat ini menjadi basis untuk memperbaiki ekonomi rakyat.
<>Berbagai peristiwa politik dalam dunia Islam saat itu yang menimbulkan ancaman hilangnya warisan peradaban Islam dan hilangnya kebebasan bermadzab mendorong kalangan pesantren membentuk komite Hijaz.
Komite ini kemudian meminta raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan mazhab mereka masing-masing Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermazhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah dan peradaban yang sangat berharga.
Maka setelah berkoordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya komite tersebut dirubah menjadi organisasi permanen yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (13 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar.
NU telah mengalami banyak dinamika dalam perjalanan hidupnya. Pada Muktamar NU di Palembang tahun 1952 NU berubah menjadi partai politik. Selama menjadi parpol tersebut, NU juga mengalami pasang surut yang luar biasa, seperti ketika menghadapi peristiwa G30S/PKI.
Masa orba juga memberi pengaruh luar biasa kepada NU dengan banyaknya tekanan yang dialaminya. Terakhir, NU mengikuti pemilu pada tahun 1973, selanjutnya NU menjadi bagian dari PPP setelah ada menciutan partai.
Pada tahun 1984 dalam muktamar NU ke 26 di Situbondo, NU nyatakan kembali ke khittah. Ini merupakan perubahan visi dan misi yang luar biasa dalam NU setelah sebelumnya merupakan partai politik. Dalam masa reformasi, NU juga terlibat dalam usaha untuk melakukan perubahan di Indonesia. Saat ini NU menghadapi tantangan besar memberdayakan masyarakat Indonesia.(mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
4
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
5
Rais Aam PBNU Apresiasi Hasil Pembahasan Munas-Konbes NU 2026
6
Berikut 5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan
Terkini
Lihat Semua