Hasyim Minta Demo Tidak Anarkis
NU Online · Selasa, 8 Desember 2009 | 10:15 WIB
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta agar demonstrasi yang dilakukan dalam menyambut hari Anti Korupsi sedunia, Rabu (9/12) tidak dilakukan dengan anarkis dan menimbulkan kerusuhan.
“Jangan sampai anarkis, nanti niatnya memberantas korupsi malah bisa-bisa diperkarakan fihak lain,” katanya dihadapan Poros Muda NU di gedung PBNU, Selasa (8/12) yang meminta restu dan nasehat untuk melaksanakan demo esok hari.<>
Upaya pembelokan ini sangat mungkin mengingat dalam sebuah perjuangan ada para penyusup dan pengkhianat yang turut bergabung. “Memulai gerakan itu gampang, tetapi menjaga agar tetap lurus jauh lebih sulit,” terangnya.
Karena itu, perjuangan harus dilakukan secara rasional, dan tidak lupa memanjatkan doa agar selamat dan lurus sesuai dengan tujuan yang diperjuangkan.
Ditegaskannya, tujuan utama yang harus dilakukan adalah memberantas korupsi, bukan menangkap koruptor sekalipun menangkap koruptor merupakan bagian darinya, tetapi jika sistemnya tidak diperbaiki, situasinya akan tetap sama.
“Kasus Century ini kita harapkan bisa menjadi titik tolak pemberantasan korupsi secara utuh di Indonesia,” imbuhnya.
Saat ini, permasalahan bank Century telah masuk ke ranah politik dengan dibentuknya Pansus Century, karena itu, ia berharap DPR bisa bersikap adil agar tidak menimbulkan sikap frustasi di masyarakat.
Upaya pembenahan institusi penegak hukum juga harus dilakukan mengingat konflik yang terjadi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung merupakan cerminan dari sikap melihat hukum dari kacamatanya sendiri-sendiri.
Tak Cukup Komisi
Hasyim menyatakan, upaya pemberantasan korupsi tidak cukup memakai komisi, tetapi harus merupakan gerakan nasional yang dipimpin langsung oleh kepala negara. Ia mengibaratkan komisi untuk memberantas korupsi seperti silet untuk menebang pohon di tengah hutan.
Komisi, menurutnya, rawan menimbulkan tebang pilih, rawan dipakai untuk menghabisi rezim sebelumnya dan bisa menimbulkan dendam. “Ini bisa menimbulkan luka pada elemen bangsa, polisi atau jaksa yang ditangkap bisa membikin malu institusinya,” tandasnya. (mkf)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua