Hasyim Muzadi Himbau Jamaah Lakukan Qunut Nazilah
NU Online · Rabu, 10 November 2010 | 07:16 WIB
Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi menghimbau seluruh jamaah haji Indonesia untuk membaca qunut nazilah saat sholat di Masjidil Haram agar bangsa Indonesia terlepas dari berbagai bencana alam, karena tak ada kekuatan lain selain meminta kepada Allah.
Pernyaaan itu disampaikan Hasyim tatkala melihat dari dekat pemondokan jemaah haji d kawasan Mahbas Jin, Mekkah dan beberapa tempat lain. Selasa siang (9/11) waktu sepempat. Hasyim mendampingi Menteri Agama Suryadharma Ali berkunjung ke beberapa pondokan dan transportasi di seputar kota Mekkah.
/>
Hasyim pun membacakan doa yang lantas diamini jemaah dari Kaltim. Menag Suryadharma Ali yang mendengar Hasyim memimpin doa, ikut menangkat tangan dan mengamini bersama petugas PPIH di tempat tersebut.
Usai membaca doa, Hasyim mengingakan pula agar jemaah ikut sholat jenazah karena banyak di antara para korban letusan Gunung Merapi yang tak sempat dishalatkan. Karena itu, jangan lupa ketika di Masjidil Haram agar jemaah melakukan shalat jenazah ditambah dengan shalat lain secara perorangan dengan membaca qunut nazilah.
"Bencana gunung berapi satu saja sudah begitu. Apa lagi gunung lain juga ikut menunjukkan gejala aktivitasnya sekarang ini. Untuk mencegah itu, tak ada kekuatan lain selain minta kepada Allah agar bangsa Indonesia dapat dihindari dari malapetaka lebih luas," ucap Hasyim.
Usai meninjau pondokan tersebut, Menang Suryadharma Ali dan rombongan menyempatkan pula salah satu pondokan di kawasan Hafair, rumah 1002. Pondokan milik Mujafar Bataji ini selalu memprioritaskan bagi jemaah Indonesia tiap tahun.
Pemilik pondokan selalu memberi makan cuma-cuma bagi seluruh jemaah yang mondok di hotel tersebut. Selain itu, Mujafar pun selalu memberi hadiah 1 kg kurma bagi setiap jemaah tatkala kembali ke tanah air.
Menag mengaku bergembira bahwa masih ada orang yang punya pondokan memberi perhatian demikian besar bagi jemaah asal tanah air. Di pondokan tersebut ada 10.150 orang. Jika dihitung biaya makan sehari tiga kali dengan biaya sewa pondokan, tentu pemilik pondok tersebut tak mendapat untung.(min)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
3
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
6
404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkini
Lihat Semua