Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam
NU Online · Senin, 26 November 2007 | 12:07 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHA Hasyim Muzadi menilai terpilihnya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri baru Australia akan dapat memperbaiki pandangan Australia kepada Islam di Indonesia.
"Sekalipun tidak besar tetap ada pengaruhnya, karena Partai Buruh yang merupakan asal Rudd merupakan partai yang pernah menolak Australia mengirim pasukan ke Irak," katanya di Jakarta, Senin (26/11).
Ia mengemukakan hal itu menanggapi hubungan Australia dengan umat Islam di Indonesia setelah John Howard (Partai Liberal) yang sempat menuduh Indonesia sebagai "sarang teroris" itu kalah dari Kevin Rudd (ALP / Partai Buruh Australia).
Howard yang merupakan politisi senior (68) dan menjadi perdana menteri ke-25 Australia selama lebih dari 11 tahun itu kalah dalam Pemilu Federal yang diikuti 13,6 juta pemilih pada 24 November 2007.
Menurut Hasyim Muzadi yang beberapa kali mengunjungi Australia itu, Partai Liberal di Australia memang konservatif terhadap Islam, sedangkan Partai Buruh lebih fleksibel.
"Jadi, Rudd akan lebih fleksibel dalam memandang Islam di Indonesia, tapi kita harus mampu mengelola pandangan yang ada dengan menjalin kerjasama lebih baik dan jangan sampai melakukan kesalahan," katanya.
Tentang tuduhan "sarang teroris" kepada Indonesia, pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang itu mengatakan hal itu tidak dapat dihilangkan secara cepat. "Tapi, hal itu dapat dihilangkan secara perlahan-lahan," kata mantan Cawapres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2004.
Presiden Konferensi Dunia Agama-agama untuk Perdamaian (WCRP) itu mengatakan kekerasan bukan identik dengan agama dan agama sama sekali tidak memerintahkan kekerasan.
"Tapi, penyalahgunaan orang yang beragama terhadap agama itulah yang menyebabkan malapetaka, karena itu saya tidak percaya ada konflik agama, kecuali konflik kepentingan politik yang menggunakan agama dan umat beragama," katanya. (mad)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua