Jombang, NU Online
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) selalu menghargai nilai-nilai, tradisi, dan kebutuhan setempat. NU ingin mengembangkan model Islam Indonesia, Islam Malaysia, Islam Thailand, dan seterusnya.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi pada palam puncak peringatan haul ke-34 perintis dan pendiri NU KH. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang, 11/12.
<>Menurut Hasyim, ajaran mengenai penghargaan NU terhadap nilai-nilai, tradisi, dan kebutuhan setempat itu terutama diperoleh dari Kiai Wahab Chasbullah. Menurutnya, Kiai Wahab adalah sosok yang paling serius membela nilai-nilai dan tradisi lokal. Hasyim menambahkan, penghargaan terhadap bilai dan tradisi itu adalah kata lain dari nasionalisme.
"Nasionalisme itu kalau ditambah bismillah, itulah Islam. Islam itu kalau dilaksanakan dengan benar akan menjadi nasionalis," kata Hasyim menirukan ucapan Kiai Wahab Hasbullah kepada muridnya Soekarno.
Hasyim menegaskan, komitmen NU itulah yang menyebabkan organisasi ini selalu berkembang dan diterima dengan baik seberbagai tempat. "Inilah bedanya hikmatut tatsri' (beragama secara substansial: red) dan lafdzut tasyri' (beragama secara tekstual)," kata Hasyim.
Saat ini NU telah memiliki 6 cabang Istimewa di wilayah Eropa, 2 di Amerika, di Australia, dan di hampir semua negara Timur Tengah dan Asia tenggara. Menurut Ketua Umum PBNU, NU akan terus mengembangkan sikap tawasuth dan i'tidal (memilih jalan tengah), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang dan berkeadilan) di semua cabang istimewa itu namun dengan tetap menghargai nilai-nilai, tradisi, dan kebutuhan setempat. (nam)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua