Umat Islam diharapkan berhati-hati dan waspada dengan propaganda yang mengajak untuk meninggalkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Propaganda yang dimuat dalam berbagai artikel di situs internet itu menyatakan Maulid Nabi sebagai bid’ah yang dilarang dalam agama Islam.
Demikian dalam sarasehan bertajuk “Telaah Shalawat Diba’ Kampung” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren As-Salam Peterongan Jombang, Ahad (8/3).<>
Berbicara di depan para santri As salam, para ustadz dan masyarakat sekitar pesantren, pembicara Yusuf Suharto yang juga pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Cabang Jombang mengingatkan kaum muslimin untuk berhati- hati terhadap beberapa situs sekelompok muslim yang mendiskreditkan amaliyah warga mayoritas muslim Indonesia, seperti peringatan maulid nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Membaca artikel hukum merayakan Maulid Nabi, seolah kita akan mendapatkan referensi tambahan penting tentang peringatan maulid Nabi, namun yang terjadi adalah sebaliknya, di sana ternyata memperingati Maulid Nabi dikategorikan bidah yang jelek,” paparnnya.
Pengajar di Pondok Pesantren Denanyar ini menyatakan, peringatan Maulid Nabi termasuk tadisi baru, yang belum pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad masih hidup, bahkan juga belum dikenal pada masa ulama salaf pada abad III Hijriyah.
“Jika dilihat dari bentuk peringatannya, maka Maulid Nabi dapat dikategorikan sebagai adalah hal baru yang baik, atau bid’ah hasanah. Jika dilihat dari kandungan di dalam perayaannya, peringatan maulid bernilai positif (hasanah). Maka para ulama kita bersepakat untuk mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi hukumnya adalah mubah (boleh), bahkan bisa berubah menjadi sunnah (dianjurkan),” katanya.
Dikatakannya, peringatan maulid nabi dapat meneguhkan hati umat Islam, yakni saat disampaikan kisah hidup Nabi dalam acara peringatan Maulid. Sebab beliau adalah rahmat a'dlam (rahmat paling agung) bagi umat manusia.
Kedua, Memperbanyak bacaan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang dilakukan pada acara [eringatan maulid itu sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 58: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (nam/shof)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
3
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
4
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
5
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
6
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Terkini
Lihat Semua