Puncak rangkaian acara "Buka Luwur" (penggantian kelambu makam) Sunan Kudus yang digelar Rabu (7/1) diwarnai dengan guyuran hujan deras yang tak henti-hentinya. Namun demikian warga tetap antusias berdiri mengantre untuk untuk mendapatklan nasi bungkus yang diyakini mendatangkan berkah.
Sebelum Puncak acara yang digelar pada tanggal 10 Muharram tersebut, berbagai kegiatan telah langsungkan oleh pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK). Kegiatan-kegiatan tersebut berupa khatmil Alquran, doa rasul dan terbang papat, santunan anak yatim, pengajian umum, dan pembagian bubur Asyura.<>
Ketua KH Em Nadjib Hassan mengatakan, tahun ini pihaknya telah menyembelih sembilan ekor kerbau, memotong 68 ekor kambing, dan memasak 6,3 ton beras. Bahan ini menghasilkan 26.661 nasi bungkus daun jati yang dibagikan langsung kepada warga masyarakat yang sudah menanti. Sedangkan 1.667 di letakkan dalam wadah keranjang. Paket kedua ini dibagikan kepada para tamu undangan bersama dengan potongan luwur (kelambu) lama.
Menurut beberapa pengunjung, hujan deras yang mewarnai puncak acara tersebut dapat diartikan sebagai tanda kesuburan dan kesejarteraan bagi masyarakat Kudus di pada tahun ini.
Shofi, salah seorang pengunjung mengatakan, "Nasi bungkus ini kami anggap sebagai perantara berkah, karena telah didoakan oleh para ulama dan para santri. Nasi bungkus ini akan kami bawa pulang da kami campur dengan nasi olahan rumah sendiri, katanya. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
5
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
6
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
Terkini
Lihat Semua