Indonesia Perlu Minta Penjelasan Thailand Soal Pembunuhan Kaum Muslim
NU Online · Kamis, 28 Oktober 2004 | 08:56 WIB
Jakarta, NU Online
RI perlu meminta penjelasan kepada pemerintah Thailand soal pembunuhan 86 warga muslim di negara tersebut karena merupakan pelanggaran hak asasi warga muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa.
"Pemerintah harus segera turun tangan. Melalui Menlu kita perlu berkomunikasi dengan pemerintah Thailand untuk klarifikasi duduk perkara kematian puluhan warga muslim itu," kata mantan anggota Komisi I DPR, Ny. Aisyah Aminy SH di Jakarta, Kamis.
<>Ia menduga meninggalnya 86 warga muslim itu bukan karena mereka lemas akibat lapar dalam rangka menjalankan ibadah puasa, tetapi karena perlakuan buruk dan tidak wajar yang dilakukan aparat setempat.
Berita-berita transnasional mengatakan, 86 warga muslim Thailand Selatan tewas diduga kuat akibat kebrutalan aparat keamanan setempat, sebagian warga yang tewas bukan karena mati lemas melainkan patah leher.
Pers setempat juga telah menuduh PM Thailand Thaksin Shinawatra melakukan pelecehan hak asasi manusia dengan menerapkan kebijakan tangan besi atas warga muslim di wilayah selatan tersebut.
Aisyah Aminy mengatakan, sebagai negara tetangga dan sesama negara anggota ASEAN, Indonesia sepantasnya peduli pada peristiwa yang menyedihkan ini.
"Sikap Indonesia ini, jika dilakukan, tidak berarti kita ikut campur tangan urusan dalam negeri negara lain. Tetapi kita perlu klarifikasi untuk membantu pemecahan permasalahan, seperti yang pernah dilakukan terhadap kasus di Filipina Selatan," katanya.
Ia mengingatkan, dalam hal ini pemerintah hendaknya tidak bersikap apatis karena takut dituduh ikut campur tangan urusan negara lain. "Masalahnya, kita harus peduli terhadap pelanggaran HAM, apalagi terhadap warga muslim yang kini sedang menjalankan ibadah puasa." katanya.
Kepedulian Indonesia, menurut dia, juga diperlukan agar masalah ini tidak meluas ke negara-negara tetangga lainnya. Jika masalah ini diabaikan dan tak dikendalikan, bukan tidak mungkin akan merembes ke negara-negara ASEAN lainnya.
Beberapa organisasi keagamaan, termasuk PBNU mengutuk keras tindakan itu. "Kami juga mengecam keras perlakuan brutal aparat keamanan Thailand terhadap warga muslim di sana," kata Aisyah Aminy.(an/mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua