Indonesia Punya Posisi Strategis dalam Persaingan Global
NU Online · Kamis, 12 Juni 2008 | 05:23 WIB
Globalisasi yang ditandai dengan kian meningkatnya keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa di segala bidang mengharuskan Indonesia sebagai bagian dari komunitas dunia untuk bisa menata diri dengan segala potensi yang dimilikinya. Dengan demikian Indonesia akan memiliki posisi strategis dalam persaingan global.
Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Global Future Institute dalam seminar yang bertajuk "Memperkuat Posisi Strategis Indonesia dalam Persaingan Global" di Gedung UKM, Jakarta, Rabu (11/6).<>
Menurutnya, Indonesia tidak saja harus mampu memperkuat posisi strategisnya dalam persaingan global, tapi juga harus bisa menjadikan dirinya sebagai salah satu kekuatan keseimbangan (balancing power) dari berbagai negara adidaya baik di Eropa, Amerika maupun Timur Tengah.
Dalam kesempatan itu, Hendrajit juga mengingatkan prediksi Huntington dalam bukunya The Clash of Civilization bahwa "ketika pecah perang terbuka antara Amerika versus China, ada tiga negara lain yang bakal muncul sebagai kekuatan dunia yaitu Australia, India, dan Indonesia."
"Prediksi itu jelas memberi semacam optimisme bahwa Indonesia, dengan segala potensi yang dimilikinya, akan hadir sebagai kekuatan strategis dunia," terang Hendrajit yang menambahkan, potensi itu harus dikelola dengan baik.
Sementara Sekretaris Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri, Rachmat Budiman, mengungkapkan, saat ini pemerintah sedang berupaya mempersiapkan diri tengah derasnya arus globalisasi, persaingan dagang, keterpurukan ekonomi, kelangkaan sumber daya, dan setumpuk masalah domestik lainnya.
"Untuk itu pemerintah akan mencermati secara seksama tata hubungan internasionalnya dengan negara-negara lain," ujar Rachmat.
Pihaknya mengatakan, tantangan bagi negara berkembang seperti Indonesia masih sangat besar. Karena itu, lanjut Rachmat, perhatian khusus akan diberikan pada upaya penggalangan posisi bersama negara-negara berkembang lainnya. (dar)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua