Kuningan, NU Online
Bangsa Indonesia diminta untuk jujur terhadap data bahwa kini menjadi negara produsen narkoba. Karenanya, pantas apabila percepatan narkoba di Indonesia menjadi paling cepat di dunia.
Hal itu disampaikan Ketua PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungan kerja ke Pengurus cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kuningan di GOR Ewangga, kemarin (8/8).
&q<>uot;Negara kita bukan lagi negara transit atau tujuan narkoba, melainkan sudah menjadi negara produsen. Kita jujur saja terhadap data sebenarnya agar semua pihak bisa memikirkan bagaimana jalan pemecahannya," jelas Khofifah dalam kunjungan sekaligus memperingati Isra Mikraj, HUT RI dan harjad ke-608 Kuningan itu.
Untuk mengatasinya, kata mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, ada banyak lini yang mesti digarap. Di antaranya penerapan hukum yang berat bagi pengguna dan pengedar narkoba. Jika hukuman berat dan tegas serta tidak pilih-pilih, lanjut Khofifah, maka bisa membuat jera para pelakunya.
"Lalu, kebijakan metadon yang kerap membuat orang over dosis karena menganggap bahwa metadon menjadi pengganti heroin dan morfin. Mestinya hanya untuk rehabilitasi saja jangan sampai beredar di luar. Kemudian, peran orang tua jangan sampai menutup-nutupi drug user," ucapnya.
Tidak hanya itu, peran guru di sekolah pun sangat penting mengingat drug user sudah sampai ke tingkatan SD. Pihak sekolah diharapkan lebih tegas untuk mengeluarkan siswa pengguna. Bukan berarti membuat mereka untuk tidak sekolah, melainkan penerapan aturan itu menjadikan anak hati-hati.(ksd)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua