Guna merealisasikan program Indonesia Belajar, Direktur Indosat Cabang Tegal Gunung Hari Widodo menyambangi Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes. Program Indonesia Belajar merupakan salah satu dari program sosial PT Indosat Tbk, selain program Indonesia Sehat, Indonesia Hijau.
Kedatangannya ke pesantren asuhan KH Masruri A. Mughni yang juga Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah itu, dalam rangka melihat lebih dekat kehidupan pesantren dan penerapan teknologi komunikasi dan informasi di pesantren tersebut<>.
Widodo memandang, proses pendidikan di pesantren sangat dinamis dan mengikuti perkembangan zaman. Termasuk dalam penerapan teknologi informasi. Sehingga dengan penggunaan teknologi informasi, santri tidak lagi gaptek (gagap teknologi).
“Bukti dari itu, terlahirnya kader-kader bangsa yang unggul atas hasil godokan dari pesantren,” puji Widodo disela-sela kunjungannya Selasa (9/7) lalu.
Indosat, lanjut Widodo, merupakan perusahaan Seluler yang telah bersertifikat halal. Sehingga ketika menggunakan produk-produk dari Indosat dijamin kehalalannya. tidak
Guna lebih meningkatkan pendidikan teknologi dan informasi, Indosat menjalin kerja sama dengan Pesantren yang memiliki lebih dari 6000 santri itu. Gunung Hari Widodo beserta rombongan diterima Pengurus Pesantren Al Hikmah 2, Gus Sholahudin. Dalam kesempatan tersebut Indosat memberikan bantuan seperangkat komputer.
Gus Sholah yang menerimanya menyatakan terima kasih kepada Indosat yang telah memberikan kepeduliannya pada dunia pesantren. “Pesantren kami sedang meningkatkan program teknologi informasi. Jadi bantuan ini mudah-mudahan bermanfaat untuk pengembangan program tersebut,” ujar Gus Sholah. (was)
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua