Pemerintah Inggris mengatakan tidak akan meniru kebijakan Prancis yang melarang cadar atau burka (penutup wajah perempuan muslim). Larangan cadar dinilai bertentangan dengan semangat toleransi masyarakat Inggris.
"Kita adalah masyarakat toleran dan saling menghormati. Parlemen Inggris tidak akan membuat UU untuk mengatur apa yang dipakai orang-orang," kata Menteri Imigrasi Damian Green.<>
Prancis saat ini sedang menggodok UU pelarangan cadar yang diharapkan selesai pada September 2010. Nantinya perempuan yang memakai cadar didenda 150 euro atau Rp 1,9 juta dan pria yang menyuruh perempuan memakai cadar dihukum 1 tahun penjara atau denda Rp 325 juta.
Oleh karena itu, Green menilai budaya politik Prancis dan Inggris amatlah berbeda. Sekularisme diterapkan secara agresif di Prancis, namun tidak demikian di Inggris.
"Mereka (Prancis) melarang burka, melarang salib di sekolah dan hal-hal seperti itu. Sedangkan kita punya sekolah yang jelas-jelas berbasis agama," tutup Green seperti dilansir Guardian, Senin (19/7/). (syf)
Terpopuler
1
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
3
Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri Hari Ini
4
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
5
Susunan Pengurus 2026-2031 Terbentuk, Ketua Umum PBNU: Mulai Besok Kita Berkhidmah
6
PBNU 2026-2031 Berjumlah 210 Pengurus, Gus Kikin Jelaskan Alasannya
Terkini
Lihat Semua