Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menuduh Amerika Serikat dan sekutunya, berupaya membunuh dirinya ketika dirinya akan mengunjungi Irak pada Maret lalu. Data tersebut juga didukung dari badan intelijen.
"Berdasarkan data akurat dari intelijen, musuh kami mempunyai rencana untuk menculik dan membunuh pelayan kalian (Ahmadinejad). Tetapi kamu langsung mengubah jadwal," kata Ahmadinejad kepada radio setempat di Kota Mayoritas Syiah, Qom, Jumat (20/6).<>
Akan tetapi dalam pernyataan tersebut, Ahmadinejad tidak mengatakan secara tekstual bahwa yang berupaya membunuhnya adalah Amerika Serikat. Dia hanya menyebut 'musuh kami'.
Akan tetapi seorang pejabat militer Amerika di Irak mengatakan, "Pasukan koalisi tidak mengetahui adanya ancaman pembunuhan Ahmadinejad selama kunjungannya ke Irak."
Jika Ahmadinejad jadi mengunjungi Irak maka ini akan menjadi kunjungan pertama pemimpin Iran ke Irak, sejak kedua negara bertetangga itu perang selama sembilan tahun sejak tahun 1980.
Akibat ada ancaman tersebut, Ahmadinejad akhirnya membatalkan rencana kunjungannya ke kota suci Syiah di Irak, di Karbala dan Najaf di Irak selatan karena alasan keamanan. (okz/dar)
Terpopuler
1
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
2
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
3
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
4
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Peran Tokoh Agama hingga Orang Tua Penting sebagai Benteng
5
LBH Sarbumusi Desak APH Tindak Dugaan Penyelewengan Dana MBG
6
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
Terkini
Lihat Semua