Eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Hussein memunculkan banyak kekhawatiran dari berbagai kalangan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menduga, intelijen telah masuk dan berusaha memprovokasi rakyat Irak agar terjadi perang saudara.
“Saya menduga, gerakan intelijen sekarang paling sudah masuk dan membakar para pengikut Saddam (Hussein: Red),” kata Hasyim usai menerima Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nurwahid di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (3/1)<>
Eksekusi mantan orang terkuat di Irak tersebut, menurut Hasyim, justru menjadi benih-benih munculnya perang saudara. Karena selama ini, Amerika Serikat (AS) melalui media massa selalu mencitrakan seolah-olah terjadi konflik kepentingan di antara kelompok Islam di negeri kaya minyak tersebut.
“Kondisi tersebut dikacaukan sedemikian rupa oleh AS sehingga yang muncul adalah persoalan sektarian agama, antara Syiah-Sunni dan Kurdi. Ini menjadi ‘amunisi’ terjadinya perang saudara. Kalau itu kemudian meluas, maka seluruh kawasan itu akan terbakar (baca: bergejolak)
Dalam kesempatan itu, Hasyim juga menyesalkan pemberitaan di media massa, terutama media internasional yang terus mengekspos proses eksekusi Saddam. Hal itu, katanya, tidak hanya akan semakin menambah kebencian rakyat Irak terhadap AS, melainkan juga membuat citra buruk Islam.
“Saddam dihukum, itu urusan rakyat Irak sendiri. Tapi ekspos media yang terlalu berlebihan itu akan meletakkan Islam sebagai agama yang kejam, Islam adalah agama kekerasan,” sesal Hasyim. (rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua