Pemerintah Irak meminta para ilmuwannya yang tinggal di luar negeri agar pulang dan menggunakan keahlian mereka untuk membantu membangun kembali ekonomi tanah air mereka setelah beberapa tahun perang.
Reuters melaporkan, Selasa (23/6), selama beberapa dasawarsa Irak telah menggembar-gemborkan diri sebagai salah satu negara dengan penduduk paling terpelajar di Timur Tengah. Pemerintah telah menghabiskan sejumlah besar uang dari kekayaan minyaknya untuk melatih orang-orangnya yang paling cemerlang, mengirim banyak orang ke luar negeri untuk belajar di berbagai universitas yang bergengsi.<>
Namun, ribuan orang telah melarikan diri sejak terjadi sanksi ekonomi dari PBB dan pertumpahan darah sektarian yang ditimbulkan oleh serangan AS pada 2003. Kekerasan telah menurun di seluruh Irak dalam dua tahun terakhir tapi hanya sekitar 700 guru besar universitas dari semua bidang akademi yang telah kembali.
"Anda, otak Irak, adalah bagian penting dari gerakan jalan kita berada," kata Sadeq ar-Rikabi, penasihat politik Perdana Menteri Nuri al-Maliki pada awal konferensi tiga hari yang diadakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi. "Kami senang melihat otak itu datang kembali, dan saya mengharapkan kepulangan mereka tidak hanya untuk waktu sebentar."
Pemerintah mengatakan bahwa sebanyak 350.000 orang Irak yang tinggal di luar negeri memiliki gelar dari universitas. Itu adalah 17 persen dari 2 juta warga Irak yang melarikan diri ke luar negeri dalam beberapa tahun belakangan ini.
Namun banyak dari 200 ilmuwan yang menghadiri pertemuan di Baghdad itu memiliki syarat-sayarat untuk kembali ke negara tempat warga sipil masih tewas setiap hari akibat serangan senjata atau bom.
Mohammed ar-Rubaie, guru besar keahlian teknik genetika di Dublin University, mengatakan ia hanya melakukan kunjungan singkat. "Kami tidak ingin kembali (untuk tinggal), tapi ada sejumlah cara," ia mengatakan kepada Reuters. "Para ilmuwan dapat diundang untuk berbagai proyek khusus guna memberikan nasihat dan pengalaman mereka". (ant/mad)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua