Bangsa Iran memperingati tahun ke-19 wafatnya imam spiritual sekaligus pemimpin besar revolusi Islam Iran, Ayatullah Khomaini. Peringatan tersebut digelar secara besar-besaran di Teheran, pada hari selasa (3/6) kemarin.
Dalam peringatan tersebut, hadir jutaan warga Iran beserta pejabat negara dan tokoh Revolusi, serta hadir pula sejumlah duta besar dari negara-negara sahabat. Demikian dilaporkan situs berita Iran, IRIB.<>
Jutaan warga dari pelosok Iran sejak beberapa hari lalu sudah berdatangan ke Teheran guna menghadiri hari bersejarah ini. Sejak pagi hari, mereka telah memadati kawasan makam sang pemimpin revolusi Islam Iran.
Dari pihak keluarga, hadir cucu Imam Khomaini, yaitu Sayyid Hasan Khomaini. Dalam pidato sambutannya, ia mengungkapkan sisi relejius adalah kepribadian utama sang kakek. Kepribadian tersebut tidak hanya mempengaruhi rakyat Iran, namun seluruh dunia Islam. Ia menambahkan, hadiah besar yang dibawah kakeknya kepada masyarakat dunia adalah agama Islam beserta ajarannya dan moral Islami.
Peringatan ini juga diliput lebih dari 500 wartawan asing dan 1.500 wartawan dalam negeri. Pada tanggal 4 Juni 1989, Imam Khomaini wafat pada usia 87 tahun, setelah puluhan tahun ia berjuang melawan pemerintah Syah Iran yang depostik dan tiran. Imam Khomaini juga menjadi pucuk tertinggi gerakan revolusi Islam Iran yang sangat bersejarah, yang meledak pada bulan Februari 1979 dan menumbangkan rezim Syah Iran. (atj)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua