Iran menolak untuk mensahkan usul oleh pengawas nuklir PBB untuk membantu mengurangi simpanan uranium yang diperkaya dalam tingkat rendah milik mereka, Jum'at (23/10).
Iran menyatakan Teheran sedang menunggu reaksi "positif dan konstruktif" dari negara besar dunia mengenai usulnya tentang penyediaan bahan bakar nuklir bagi satu reaktor nuklir Teheran yang menghasilkan isotop medis, demikian laporan stasiun televisi resmi negeri itu.<>
"Sekarang kami sedang menunggu reaksi positif dan konstruktif mengenai usul Iran dari pihak lain tentang penyediaan bahan bakar nuklir buat reaktor Teheran," kata seorang anggota tim perunding Iran, yang menghadiri pertemuan Wina pada 21 Oktober lalu.
"Pihak lain diharapkan akan menghindari kekeliruan pada masa lalu dalam melanggar berbagai kesepakatan dan meraih kepercayaan Iran," kata pejabat yang tak disebutkan jatidirinya tersebut.
Pengawas nuklir PBB mengajukan satu rancangan kesepakatan kepada Iran dan tiga negara besar dunia untuk disepakati guna mengurangi simpanan uranium yang diperkaya dalam tingkat rendah milik Iran, yang dipandang oleh Barat sebagai beresiko dijadikan senjata nuklir.
Ketiga negara besar tersebut --Rusia, Amerika Serikat dan Prancis-- semuanya telah memperlihatkan tanda menyetujui rancangan itu.
Beberapa diplomat Barat mengatakan rencana tersebut mengharuskan Teheran mengirim 1,2 ton simpanan uranium yang diperkaya pada tingkat rendah yang diketahui dimilikinya sebanyak 1,5 ton ke Rusia dan Prancis paling lambat pada akhir tahun ini. Bahan itu akan diubah jadi bahan bakar buat reaktor medis Teheran. (reuters)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
6
Hilal Awal Syawal 1447 H Diprediksi Sulit Terlihat, Penentuan Tunggu Sidang Isbat
Terkini
Lihat Semua