Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhroh menyatakan, naiknya elektabilitas atau tingkat keterpilihan pasangan calon presiden dan wakil presiden Jusuf Kalla (JK)-Wiranto seperti dilaporkan beberapa lembaga survei, salah satunya disebabkan isu kerudung yang sempat berhembus.
Isu ini dinilainya mampu menyedot suara SBY-Boediono yang merupakan suara partai berbasis Islam seperti PKB, PKS, PAN, dan PPP. Meski pimpinan partai-partai berbasis Islam ini menyatakan berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk memenangkan SBY-Bpediono, namun banyak kader partai yang menjadi massa mengambang.<>
Seperti diketahui, istri-istri pasangan calon ini mengenakan kerudung atau jilbab, tidak seperti yang lainnya. Menurutnya, kader PKS menjadi yang paling terdampak oleh isu kerudung ini. "Walau bagi sebagian orang isu ini tidak relevan, tapi buat kader PKS isu ini nomor satu," kata Siti Zuhroh usai diskusi di Gedung DPD, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (24/6).
Dalam diskusi itu Siti menyatakan, elektabilitas capres SBY sendiri memang cenderung menurun. Diduga ini disebabkan kampanyenya yang kurang merakyat. Sementara kampanye pasangan JK-Wiranto dan Megawati-Prabowo dinilai lebih merakyat.
"Terutama JK, dia cepat mengambil isu-isu kerakyatan misalnya isu jilbab dan copot sepatu. JK juga tidak terikat oleh sekat-sekat, dia lebih egaliter dan tidak elitis," katanya.
Selain kurang merakyat, penurunan elektabilitas SBY juga dipengaruhi oleh kebingungan sebagian partai anggota koalisi Partai Demokrat (PD) penyokong SBY. "Mereka termasuk PKS dan juga PAN masih bingung," ujarnya.
Siti mengingatkan, jika koalisi PD tidak solid seperti sekarang pada hari-hari akhir mendekati pilpres, bisa jadi pilpres 2 putaran akan terwujud. Dia melihat, peluang pilpres akan berlangsung 2 putaran masih besar. " JK dan Mega sudah bisa meraih simpati," katanya. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua