Jaksa Agung: SKB untuk Ahmadiyah Terbit Pekan Depan
NU Online · Jumat, 25 April 2008 | 22:01 WIB
Jaksa Agung Hendarman Supandji memperkirakan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri untuk Ahmadiyah bakal terbit pada pekan depan. Namun, ia tak bisa memastikan hari apa pada pekan depan itu.
"Ini, kan, amanat UU (Undang-undang). Kalau tidak mau, ya dicabut UU-nya," tegas Hendarman kepada wartawan di kantornya, Jalan Hasanudin, Jakarta, Jumat (25/4) kemarin.<>
Ia mengungkapkan, saat ini baru Departemen Agama yang sudah menyelesaikan surat keputusan bersama tersebut. "Sekarang ini baru diputuskan pada tingkat departemen," katanya.
Hendarman menambahkan, SKB itu merupakan surat ketetapan bersama yang pondasi awalnya harus memiliki dasar yang kuat. "Jadi, jika dikeluarkan harus ada prosedurnya," tandasnya.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Pemuda Jemaat Ahmadiyah Indonesia Dudung Abdul Latief mengaku merasa tertekan. Bahkan, pasca fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan Ahmadiyah sesat, telah menimbulkan kerugian besar. pun terkait ancaman pembubaran Ahmadiyah yang akan dilakukan pemerintah dengan SKB.
Menurut Dudung, sejak 2001, sekitar 73 masjid dan 100 lebih rumah milik jemaat Ahmadiyah telah dirusak kelompok yang tidak dikenal. "Dan, bahkan rata dengan tanah seperti di Lombok, di mana rumah tersebut dirusak," terangnya.
Karena itu, pihaknya meminta pemerintah agar melindungi keselamatan warga Ahmadiyah. Sebab, sebagai warga negara Indonesia mempunyai kedudukan yang sama dalam negara.
"Selain kerusakan material, kami juga mendapat ancaman pembunuhan dari kelompok yang selama ini terkenal keras melarang Ahmadiyah berada di Indonesia," tuturnya. (okz/rif)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua