Jemaah Umroh di Tanah Suci Telah Mencapai Tujuh Juta
NU Online · Rabu, 3 November 2004 | 10:18 WIB
Jeddah, NU Online
Jumlah jemaah yang melaksanakan umrah di tanah suci sepanjang tahun ini telah mencapai tujuh juta orang, sementara yang melakukan umroh pada bulan Ramadhan ini saja sekitar 2,5 juta orang.
Hal tersebut berdasarkan data pada Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi seperti dikemukakan oleh Konsultan pada Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi, Dr. Naif Al-Awaygyl, yang dikutip harian Arab News dan dikutip situs informasi haji, Rabu.
Jumlah ini di luar jemaah yang masuk ke Arab Saudi dengan visa haji yang mulai diberlakukan sejak bulan Syawal mendatang, yang otomatis juga melaksanakan umrah.
Namun disayangkan dari jumlah jemaah itu, sekitar 450.000 jemaah umrah melakukan pelanggaran keimigrasian dengan terus tinggal di Arab Saudi (overstay).
"Kasus ini menjadi problem pemerintah," katanya dan melanjutkan bahwa jemaah overstay ini jelas menimbulkan persoalan karena di luar regulasi yang ada.
Korban meninggal terbanyak pada saat peristiwa jamarat musim haji lalu juga dari kalangan mereka yang sudah tak memiliki izin tinggal resmi itu, ujarnya.
Jemaah yang overstay sebagian besar berasal dari Mesir, Pakistan, India, dan beberapa negara Afrika, padahal visa umrah hanya memiliki jangka waktu satu bulan meski bisa diperpanjang.
Visa umrah kini dikeluarkan dengan sistem komputer yang terpadu serta tersambung langsung dengan Kementerian Haji, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, dan pihak terkait lainnya.
Kabar baik
Ia juga menyebutkan adanya kabar baik untuk jemaah umrah karena bisa berkunjung ke kota manapun yang dikehendaki selama berada di Arab Saudi jika memiliki sponsor perjalanan.
Jika sebelumnya seseorang yang masuk ke Arab Saudi dengan visa umrah hanya bisa mengunjungi tiga kota saja: Mekah, Madinah, dan Jeddah, maka kini dengan sponsor perjalanan mereka bisa berkunjung ke kota lainnya di wilayah Arab Saudi, seperti, Dahran, Riyadh, Jubail, Taif, dan sebagainya.(an/mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua