Kakanwil Depag Jatim: Dampingi Anak Saat Berinternet
NU Online · Senin, 29 Juni 2009 | 04:08 WIB
Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur H Imam Haromain menyatakan pentingnya para orang tua mendampingi anak-anaknya dalam berselancar di dunia maya (internet) guna memberikan filter dan kontrol.
Hal tersebut disampaikannya saat berbicara di depan dua ribu wali murid saat muwadda’ah (pelepasan siswa) Lembaga Pendidikan Mazraatul Ulum Paciran Lamongan, Ahad (28/6). Hadir dalam kesempatan itu Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Ahyar.<>
Demikian dilaporkan kontributor NU Online Ahmad Farid. Ibarat pisau yang mempunyai dua sisi, kata Imam haramain, kemajuan IT dapat memberikan sesuatu yang positif sekaligus negatif.
Pada kesempatan itu, salah satu dewan pengasuh Pondok pesantren Denanyar Jombang itu juga menyampaikan rasa bangganya terhadap siswa-siswi Lembaga Pendidikan Mazraatul Ulum Paciran yang telah turut berpartisipasi dalam Perkemahan Santri Nusantara (Perkasa) yang digelar di Sumedang Jawa Barat pertengahan Juni lalu. Sehingga Jawa Timur menyabet gelar juara umum pada even kompetisi camping para santri se-Indonesia tersebut.
Ditambahkannya, pemerintah berkomitmen untuk memajukan pendidikan Islam dengan program bantuan blockgrant swakelola bagi madrasah ibtidaiyah dan madrasah tsanawiyah pada tahun ini. Selain itu, pemerintah sedang berupaya untuk menyejahterakan para guru melalui program sertifikasi guru.
Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Ahyar memberikan tausyiah kepada hadirin agar dapat mengimplementasikan firman Allah, Iqra bismi robbikal ladzi kholaq (Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan). Menurutnya, ayat tersebut mempunyai makna yang sangat dalam apabila diaplikasikan dalam dunia pendidikan.
Kiai Miftah pada kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinannya terhadap dunia pendidikan yang hanya mampu mencetak output yang berkarakter pragmatis. ”Untuk itu kita harus kembali kepada konsep pendidikan Islam,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Miftahus Sunnah Surabaya tersebut.
Dia menambahkan perlunya waspada terhadap derasnya arus narkoba, pornoaksi, dan gencarnya hiburan media televisi, menurutnya semua itu patut disinyalir ada intervensi asing untuk meracuni moralitas generasi muda.
”Lembaga pendidikan Islam semacam Lembaga Pendidikan Mazraatul Ulum Paciran adalah benteng terakhir setelah rapuhnya pendidikan di keluarga akibat mengalami degradasi moral,” ujarnya. (nam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua