Karya-karya ulama Nusantara akan diterbitkan kembali oleh Departemen Agama dalam versi tahqiq atau disertai revisi dan beberapa catatan kaki. Beberapa karya diantaranya sudah beredar bahkan menjadi kitab rujukan di dunia Islam, namun sebagian masih dalam bentuk manuskrip atau tulisan tangan.
Kitab-kitab yang akan diterbitkan adalah karya Syekh Arsyad Al Banjari, Abdussamad Al Palimbani, Yasin Al Padangi, Nawawi Al Bantani, Mahfudz At Tirmasi, Ihsan Jampes dan Soleh Darat Al Samarani.<>
Seperti dilansir situs berita Departemen Agama, Kamis (15/1) kemarin di Jakarta, Menag memberikan contoh hasil tahqiq kepada beberapa tokoh cendekiawan muslim, antara lain Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr Amin Abdullah, Prof Dr Ridwan Lubis (NU), dan Drs Abdullah Sukarta (Muhammadiyah).
KH Masyhuri Naim, salah seorang anggota tim pentahqiq menyatakan, program kali ini adalah wujud apresiasi karya-karya ulama Nusantara. Sebagian karya-karya mereka masih dalam bentuk nuskho mahtuhto atau manuskrip.
“Program tahqiq sebagai upaya menyelamatkan manuskrip yang terancam punah,” kata Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.
Ia menambahkan, hingga saat ini tim pentahqiq telah menghasilkan ribuan halaman dari beberapa kitab karya ulama.
“Pada tahun 2007 sebanyak 4.000 lembar dari 11 judul kitab, dan tahun 2008, sebanyak 3.500 lembar dari 10 judul kitab, antara lain karya Syekh Yasin Al Padangi, Syekh Nawawi Al Bantani dan Syekh Mahfudz At Tirmasi,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
2
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
5
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
6
Khutbah Jumat: Hemat di Era Digital, Teladan Kesederhanaan Rasulullah
Terkini
Lihat Semua