Dakwah untuk menyampaikan kebenaran merupakan hal yang harus dilakukan, namun demikian prasyarat penting dalam melakukan dakwah adalah dengan cara yang baik, tidak dengan cara-cara kekerasan.
Hal ini disampaikan oleh KH Syibli Sahabuddin, ketua PWNU Sulawesi Barat dalam dialog Penguatan Kerukunan antar Umat Beragama yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (8/2).<>
Dijelaskannya, agama diturunkan untuk kepentingan manusia, ini yang harus menjadi paradigma, bukan sebaliknya sehingga akan melahirkan cara-cara menyampaikan dakwah dan kebenaran dengan baik.
“Ada kekerasan yang dilakukan atas nama agama sehingga seolah-olah memperjuangkan agama lebih mulia daripada penghambaan kepada Allah. Jika kita melakukan penghambaan kepada Allah, maka kita akan berperilaku indah dan bermartabat,” terangnya.
Dakwah yang dilakukan dengan cara baik pun belum tentu memberi hasil. Ia mencontohkan nabi Nuh yang gagal mengimankan istri dan anaknya, nabi Musa yang gagal mengimankan Fir’aun, nabi Ibrahim yang gagal mengimankan ayahnya, bahkan nabi Muhammad sendiri gagal mengislamkan pamannya.
Manusia hanya berkewajiban untuk melaksanakan dakwahnya saja, sementara Allah yang berhak menentukan akan beragama apa seseorang.
“Kalau tuhan mau, sebenarnya agama bisa satu,” tandasnya.
Terkait dengan adanya kekerasan agama, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulbar ini meminta agar pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan dan mencegahnya terulang kembali. (mkf)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua